TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Jusnira (40), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, berharap pemerintah dapat merelokasi dirinya ke tempat yang lebih aman setelah rumahnya tiga kali diterjang banjir sejak bencana besar pada November 2025.
Trauma akibat banjir membuat Jusnira dan keluarganya selalu dihantui rasa takut setiap kali hujan mengguyur kawasan tempat tinggalnya.
Terbaru rumahnya kembali di landa banjir pada Senin (3/8/2026) siang.
"Saya berharap bisa direlokasi dari sini, karena sampai sekarang masih takut," kata Jusnira kepada TribunPadang.com, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Pemko Padang Masih Layani Titik Pengungsian Banjir, Fadly Amran Pastikan Logistik Terus Disalurkan
Ia mengaku setiap kali langit mulai gelap dan hujan diperkirakan turun, dirinya langsung merasa cemas dan ingin segera meninggalkan rumah.
"Kalau sudah gelap mau hujan, saya ingin lari dari rumah," ujarnya.
Selama ini, Jusnira bersama keluarganya kerap mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat setiap kali banjir mengancam.
"Kalau hujan, tidak mungkin saya terus-terusan mengungsi ke rumah orang," katanya.
Baca juga: Dua Hari PBM di SMPN 41 Padang Lumpuh Total Pascabanjir, Petugas Masih Bersihkan Lumpur
Karena itu, ia mengaku bersedia apabila pemerintah menawarkan relokasi ke kawasan yang lebih aman.
"Saya sangat bersedia direlokasi oleh pemerintah karena takut kalau terus tinggal di sini," ucapnya.
Jusnira mengatakan rumahnya telah tiga kali terdampak banjir dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
"Sudah tiga kali banjir. Kalau bisa saya dipindahkan dari sini karena rumah saya ini berada di zona merah," tuturnya.
Harapan serupa juga disampaikan warga lainnya, Darmalis.
Ia mengaku siap direlokasi apabila pemerintah menyediakan tempat tinggal yang lebih aman.
"Saya juga sangat bersedia kalau direlokasi karena memang takut banjir. Rumah saya sudah tiga kali terdampak banjir," katanya.
Darmalis menuturkan, banjir yang berulang kali terjadi telah menyebabkan rumahnya mengalami kerusakan.
"Lihat saja rumah saya, rusak akibat banjir. Saat banjir kemarin lumpur kembali masuk ke dalam rumah," ujarnya.
Setiap kali hujan deras turun atau banjir mengancam, ia memilih mengungsi ke rumah adiknya yang berada di lokasi lebih aman.
Baca juga: Sestama BNPB Tinjau Banjir Lapau Munggu Padang: Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Jebol Jadi Pemicu
"Kalau hujan atau banjir, saya selalu pergi ke rumah adik karena rumahnya aman," katanya.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, rumah Jusnira dan Darmalis masih dipenuhi lumpur yang terbawa banjir.
Sejumlah perabotan rumah tangga juga tampak kotor dan warga masih berupaya membersihkan sisa material banjir.(*)