TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penumpang kapal Pelni KM Kelud dari Belawan menuju Karimun, Batam, hingga Jakarta resah.
Mereka khawatir dengan aktivitas pengelasan yang dilakukan Anak Buah Kapal (ABK) terhadap tiang dudukan sekoci sejak kapal lepas tali dari Belawan, Provinsi Sumut.
Aktivitas perbaikan tersebut berlangsung saat kapal dipenuhi penumpang, termasuk penumpang non-seat.
Kondisi itu memicu kekhawatiran karena pekerjaan pengelasan dilakukan di area kapal yang masih digunakan oleh penumpang.
Seorang penumpang kapal Pelni KM Kelud tujuan Batam, Laksamana, mengaku mulai melihat pekerjaan pengelasan sejak Selasa (4/8/2026) sekira pukul 08.00 WIB hingga malam hari sekira pukul 21.00 WIB.
"Kebetulan penumpang kapal sangat banyak, bahkan sampai non-seat juga ada. Tapi di saat yang sama dilakukan pekerjaan pengelasan. Kami sebagai penumpang sangat khawatir kalau terjadi sesuatu," ujarnya kepada TribunBatam.id, Rabu (5/8/2026).
Laksamana mengatakan, selain menimbulkan rasa cemas, pekerjaan tersebut juga membuat ruang gerak penumpang menjadi lebih sempit karena sebagian lorong kapal digunakan untuk aktivitas perbaikan.
"Penumpangnya banyak, tetapi mereka melakukan pengelasan. Menurut kami ini sangat berisiko," katanya.
Laksamana juga menyoroti aspek keselamatan kerja selama proses perbaikan berlangsung.
Dia mengaku tidak melihat para pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap saat bekerja di atas laut.
"Pekerjanya tidak ada safety, padahal mereka bekerja di atas laut," ujarnya.
Yang semakin membuat para penumpang khawatir, kata Laksamana, adalah tidak terlihat adanya alat pemadam api ringan (APAR) di sekitar lokasi pengelasan.
"Bahkan saat pengerjaan di lorong kapal, kami tidak melihat ada pemadam kebakaran yang disiapkan. Yang ada hanya selang. Jadi kalau terjadi kebakaran, kami tidak tahu bagaimana penanganannya," ucapnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang merasa tidak tenang sepanjang perjalanan karena pekerjaan yang berpotensi menimbulkan percikan api dilakukan ketika kapal sedang mengangkut ratusan penumpang di tengah laut.
Menanggapi hal itu, Kepala Operasional Pelni Batam, Mulyadi menjelaskan pekerjaan yang dilakukan merupakan bagian dari perawatan rutin pada sekoci nomor 4, tepatnya pada tiang dudukan sekoci.
"Para pekerja sedang melakukan perawatan rutin sekoci nomor 4. Untuk lebih jelasnya nanti bisa ditanyakan langsung kepada pihak kapal," kata Mulyadi.
Mulyadi mengatakan pekerjaan seperti itu merupakan hal yang lazim dilakukan menjelang kapal menjalani docking tahunan.
"Pengalaman saya selama 23 tahun berlayar, hal ini biasa dan wajar dilakukan, terutama saat kapal menjelang pelaksanaan dock tahunan. Biasanya ABK mencicil pekerjaan sehingga saat docking nanti prosesnya bisa tepat waktu," sebutnya.
Mulyadi juga mengungkapkan KM Kelud dijadwalkan menjalani docking wajib tahunan pada akhir Agustus 2026.
Mulyadi, mengaku sudah berkoordinasi dengan Mualim I melalui pesan WhatsApp. Dari hasil koordinasi tersebut pekerjaan yang dilakukan merupakan perawatan rutin pada dudukan sekoci.
"Sudah saya koordinasikan dengan Mualim I. Kegiatan itu sedang melakukan perawatan rutin dewi-dewi atau tiang dudukan sekoci," kata Mulyadi. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)