SERAMBINEWS.COM – Masih banyak masyarakat yang mempercayai berbagai pantangan atau pamali saat istri sedang hamil.
Mulai dari larangan menyembelih hewan, membunuh binatang yang mengganggu, hingga membersihkan ikan karena diyakini bisa berdampak pada kondisi bayi dalam kandungan.
Lalu, benarkah anggapan tersebut dalam pandangan Islam?
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan bahwa berbagai keyakinan semacam itu tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Dalam ceramah yang diunggah di kanal YouTube Buya Yahya dengan judul "Larangan dan Amalan Saat Istri Hamil", ia menegaskan bahwa yang dilarang dalam Islam bukanlah menyembelih atau membunuh hewan yang mengganggu, melainkan berbuat zalim.
"Yang tidak boleh adalah berbuat zalim. Berbuat zalim tidak boleh, baik saat istri hamil maupun tidak hamil," ujar Buya Yahya dikutip Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Buya Yahya Ingatkan Warisan Sebaiknya Segera Dibagi Meski Ibu Masih Hidup, Ini Alasannya
Ia mencontohkan, apabila ada tikus yang merusak kebun atau babi hutan yang mengganggu tanaman, maka tidak menjadi masalah jika hewan tersebut dibunuh demi melindungi kebun.
"Biarpun istri Anda hamil kembar enam, tidak apa-apa. Tidak ada urusan dengan itu," katanya.
Menurut Buya Yahya, keyakinan bahwa membunuh hewan saat istri hamil akan membuat anak lahir dengan kondisi tertentu hanyalah mitos yang tidak perlu dipercaya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mencampuradukkan ajaran agama dengan kepercayaan yang tidak memiliki dasar.
"Yang harus dipangkas itu keyakinan-keyakinan seperti itu. Semuanya hanya mitos. Yang tidak boleh adalah berbuat zalim," tegasnya.
Buya Yahya juga menyinggung anggapan bahwa suami tidak boleh menyembelih ayam, kambing, atau membersihkan ikan ketika istrinya sedang mengandung.
Baca juga: Buya Yahya: Curhat ke Teman Bisa Jadi Ghibah, Ini Batasan yang Harus Diperhatikan Umat Islam
Menurutnya, tidak ada larangan syariat mengenai hal tersebut.
Ia mengatakan, menyembelih hewan untuk menjamu tamu ataupun bersedekah tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang benar.
"Boleh semuanya. Yang penting pekerjaannya halal. Tidak ada hubungannya dengan kehamilan," jelasnya.
Bahkan, jika seseorang menyembelih beberapa ekor kambing untuk bersedekah saat istrinya sedang hamil, hal itu justru merupakan amal kebaikan.
Demikian pula ketika harus membasmi babi hutan yang merusak kebun demi menjaga harta dan tanaman masyarakat.
"Jangan dihubung-hubungkan dengan kehamilan. Jangan percaya omongan-omongan semacam itu," katanya.
Baca juga: Shalat Pakai Kateter Urine karena Sakit Prostat, Sah atau Harus Diulang? Ini Penjelasan Buya Yahya
Selain menjelaskan berbagai mitos, Buya Yahya juga menerangkan amalan yang sebaiknya dilakukan oleh suami maupun istri selama masa kehamilan.
Ia menegaskan, tidak ada amalan khusus yang diwajibkan. Yang paling penting adalah memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Menurutnya, amalan pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki niat, termasuk niat untuk membangun keluarga yang baik dan mendampingi istri dalam membesarkan anak.
Ia juga menganjurkan agar pasangan suami istri menjauhi kemaksiatan dan memperbanyak istigfar.
"Mendidik anak itu dimulai sejak dalam kandungan. Maka perbaiki batin kita dengan mengadu kepada Allah dan membaca Al-Qur'an," ujarnya.
Selain itu, umat Islam dianjurkan menjaga salat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur'an, menjalankan puasa wajib maupun sunnah jika mampu, serta meninggalkan kebiasaan yang haram.
"Jangan sampai mencari amalan khusus tetapi salat lima waktunya ditinggalkan. Dahulukan yang wajib, baru kemudian memperbanyak ibadah sunnah," pesannya.
Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya juga memberikan panduan mengenai pemberian nama bagi calon bayi.
Ia menyebut, nama yang dipilih harus memiliki makna yang baik serta disertai niat agar anak kelak memiliki sifat mulia sesuai makna namanya.
Selain itu, ia menyarankan agar nama anak dikaitkan dengan sosok-sosok saleh dalam sejarah Islam, seperti Hasan, Husein, Umar, atau Salman Al-Farisi, sehingga menjadi doa sekaligus harapan bagi kehidupan sang anak.
Di akhir ceramahnya, Buya Yahya mendoakan agar seluruh ibu hamil diberikan kemudahan saat melahirkan, anak-anak yang lahir menjadi kebanggaan Rasulullah SAW, serta keluarga senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
(Serambinews.com/Firdha)