Apel Siaga Karhutla di Prabumulih, Wali Kota Arlan Minta Warga Tak Bakar Lahan
Shinta Dwi Anggraini August 05, 2026 05:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -- Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam rangka mengantisipasi dampak fenomena El Nino, Rabu (5/8/2026).

Apel yang digelar di halaman Kantor Pemkot Prabumulih tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih, Arlan, dan diikuti unsur TNI, Polri, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah, hingga para camat, lurah, dan kepala desa se-Kota Prabumulih.

Dalam amanatnya, Wali Kota Prabumulih, Arlan, menegaskan kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan merupakan ancaman serius yang harus diantisipasi secara bersama-sama.

Arlan mengaku, dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem dan lingkungan hidup, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, proses pendidikan, aktivitas perekonomian, hingga sektor transportasi akibat kabut asap yang ditimbulkan.

"Untuk itu kami mengingatkan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, khususnya di wilayah Sumatera Selatan ini," ungkapnya.

Arlan juga meminta seluruh pihak untuk terus melakukan langkah-langkah pencegahan sedini mungkin agar potensi kebakaran dapat diminimalisasi sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Pemkot Prabumulih bersama Polres dan jajaran terkait bahkan telah memastikan kesiapan personel, peralatan pemadam kebakaran, serta ketersediaan sumber air yang menjadi fokus utama guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif apabila terjadi titik api.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga kembali mengingatkan bahwa telah diterbitkan Maklumat Bersama Kapolda Sumatera Selatan, Pangdam II/Sriwijaya, dan Gubernur Sumatera Selatan mengenai larangan membakar hutan, kebun, dan lahan di seluruh wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kota Prabumulih.

"Maklumat tersebut menjadi pedoman yang wajib dipatuhi seluruh masyarakat, mengingat tindakan pembakaran lahan selain membahayakan lingkungan juga memiliki konsekuensi hukum yang tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Melalui Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla ini, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dengan komitmen bersama, Kota Prabumulih diharapkan mampu menjadi daerah yang bebas dari kabut asap, tetap hijau, sehat, serta memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, Ketua DPRD Kota Prabumulih, Deni Victoria, Kajari Prabumulih, Asvera Primadona, serta Kapolres Prabumulih, AKBP Gunarto, diwakili Kabag SDM Polres Prabumulih, AKBP Tamimi, didampingi Kabag Ops Polres Prabumulih, Kompol Harmianto, bersama para Pejabat Utama Polres dan Kapolsek jajaran.

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.