Rusia Putus Jalur Logistik, Pasukan Ukraina Jalan Kaki 40 Km Buat Pertahankan Sloviansk
TRIBUNNEWS.COM - Rusia dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Ukraina di wilayah Donetsk dengan menargetkan jalur logistik yang berada jauh di belakang garis depan.
Serangan menggunakan drone membuat kendaraan pengangkut amunisi dan personel Ukraina semakin sulit beroperasi.
Hal ini membuat sebagian pasukan Ukraina disebut terpaksa berjalan kaki hingga 40 kilometer untuk mencapai posisi tempur di sekitar Sloviansk.
Baca juga: Rekaman Audio Tersebar, Komandan Ukraina Perintahkan Tembak Prajurit yang Kabur dari Medan Tempur
Laporan tersebut disampaikan media Rusia, Reporter, yang mengutip keterangan Sersan Vitaliy Piasetsky dari Brigade Mekanis ke-93 Angkatan Bersenjata Ukraina.
Menurutnya, drone Rusia kini mampu mengganggu jalur pasokan hingga radius sekitar 40 kilometer dari garis depan di kawasan Sloviansk dan Kramatorsk.
Akibatnya, distribusi logistik menjadi semakin sulit.
Kendaraan pengangkut amunisi, perbekalan, maupun personel menghadapi risiko tinggi diserang sebelum mencapai garis depan.
Piasetsky mengatakan pasukan Ukraina yang baru dikirim untuk memperkuat pertahanan di Donetsk kini sering kali harus berjalan kaki dalam jarak sangat jauh karena kendaraan tidak lagi dapat melintasi sebagian besar rute menuju posisi tempur.
Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan menggunakan kendaraan, terutama pada malam hari di sekitar Kramatorsk dan Sloviansk, menjadi sangat berbahaya akibat ancaman drone Rusia yang terus berpatroli.
Menurutnya, misi logistik kini lebih sering dilakukan pada siang hari, ketika visibilitas lebih baik, meski tetap menghadapi risiko serangan.
"Kekurangan peralatan dan personel merupakan masalah yang terus-menerus terjadi setelah setiap serangan Rusia, dan ini telah mempersulit pelaksanaan tugas yang diberikan," ujar Piasetsky seperti dikutip Reporter.
Media tersebut menyebut Rusia kini menerapkan strategi untuk mengisolasi wilayah pertempuran dengan menyerang jalur suplai jauh di belakang garis depan, bukan hanya menghantam posisi pertahanan Ukraina secara langsung.
Selain menggunakan UAV untuk mengganggu logistik, Angkatan Udara Rusia dilaporkan juga menyerang posisi pertahanan Ukraina di sekitar Sloviansk dari jarak sekitar 20 kilometer, termasuk fasilitas yang digunakan untuk mengendalikan drone Ukraina.
Strategi ini disebut telah diterapkan Rusia dalam sejumlah operasi sebelumnya di Donetsk, termasuk di Pokrovsk, Myrnohrad, dan Kostiantynivka, serta di Huliaipole, wilayah Zaporizhzhia.
Baca juga: Usai Konstantinovka Jatuh, Rusia Sebut Ukraina Tolak Ambil Jenazah Tentara dari Medan Tempur Donbas
Sloviansk dan Kramatorsk merupakan dua kota penting yang hingga kini masih berada di bawah kendali Ukraina dan menjadi pusat pertahanan utama di wilayah Donetsk.
Bagi Rusia, mengganggu jalur logistik menuju kedua kota tersebut dapat memperlambat rotasi pasukan, distribusi amunisi, serta pengiriman bala bantuan sebelum melancarkan operasi darat yang lebih besar.