Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Sosial menjadwalkan Sekolah Rakyat (SR) permanen Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mulai beroperasi pada 15 Agustus 2026 setelah sejumlah sarana pendukung disiapkan untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa seluruh jenjang.
Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru Kemensos Radna Dwi Sartika, selaku PIC SR Banjarbaru, mengatakan operasional SR permanen Banjarbaru dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang telah siap digunakan, sementara penyelesaian pembangunan sejumlah bagian kawasan sekolah masih terus berjalan.
“Untuk SR permanen sendiri yang ada di Kota Banjarbaru saat ini sedang berproses. Kami sedang menyiapkan sarana prasarana yang fungsional untuk pelaksanaan MPLS,” ujar dia di Banjarbaru, Rabu.
Ia menyebut MPLS bagi siswa jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas akan dilaksanakan di kompleks gedung SD karena fasilitas tersebut saat ini paling siap digunakan dibandingkan bangunan jenjang lainnya.
“Kompleks SD memiliki kapasitas ruang kelas yang memadai untuk menampung kegiatan MPLS seluruh jenjang karena setiap lokal memiliki 14 ruang kelas yang dapat dimanfaatkan selama masa pengenalan lingkungan sekolah,” katanya.
Radna menjelaskan jadwal pelaksanaan pada 15 Agustus 2026 merupakan penyesuaian setelah rencana sebelumnya pada 14 Juli dan 31 Juli belum dapat dilakukan karena kondisi lapangan masih belum mendukung kegiatan siswa.
Ia menyampaikan penyesuaian jadwal tersebut mempertimbangkan faktor keselamatan peserta didik karena kawasan sekolah masih terdapat aktivitas pembangunan berupa debu proyek dan mobilitas alat berat.
Selain itu, keberadaan kebakaran hutan dan lahan di sekitar lokasi SR permanen Banjarbaru juga menjadi perhatian karena asap serta debu dari proses penanganan karhutla dinilai belum kondusif bagi lingkungan belajar siswa.
Radna menekankan kesiapan asrama menjadi salah satu prioritas sebelum siswa menempati SR permanen. Secara fisik, bangunan asrama hampir selesai, namun masih dilakukan penyempurnaan sejumlah fasilitas pendukung.
Penyempurnaan tersebut, kata dia, antara lain pemasangan teralis pada jendela sebagai bagian dari penguatan keselamatan siswa serta pemasangan kasa nyamuk untuk mendukung kesehatan peserta didik selama mengikuti pendidikan berasrama.
“Setelah MPLS selama dua minggu, kegiatan pembelajaran di SR permanen Banjarbaru akan dilanjutkan dengan masa matrikulasi sebagai tahap penyesuaian siswa terhadap sistem pendidikan di sekolah tersebut,” ujar Radna.





