TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Kunjungan mendadak Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (4/8/2026) siang, menyisakan polemik di media sosial.
Persiapan lokasi kunjungan menteri mendadak menjadi sorotan setelah beredar video pembongkaran bangunan papan milik warga.
Dalam narasi yang beredar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing dituding membongkar rumah warga demi menyambut kedatangan Menteri PU.
Video tersebut kemudian memantik reaksi warganet.
Pemerintah daerah seolah digambarkan bertindak sewenang-wenang dengan menggusur rumah warga untuk kepentingan seremoni kunjungan pejabat negara.
Namun, fakta di lapangan yang disampaikan pihak Kecamatan Sentajo Raya berbeda.
Camat Sentajo Raya, Wandi Gunawan, membantah bangunan papan yang dibongkar tersebut merupakan rumah yang dihuni warga.
Menurut Wandi, bangunan tersebut merupakan gudang milik warga bernama Mansyur. Bangunan itu berada tepat di samping rumah permanen milik Mansyur.
Wandi menegaskan, pembongkaran dilakukan setelah pihak kecamatan berkoordinasi dan mendapatkan persetujuan dari pemilik bangunan.
Koordinasi tersebut, kata dia, juga disaksikan perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
"Nama pemilik gudang itu Pak Mansyur, beliau kasih izin dan setuju. Pihak Dirjen SDA Kementerian PU pun janji akan bangun ulang dengan bangunan yang lebih bagus lagi," ujar Wandi, Rabu (5/8/2026).
Persoalan tersebut bermula dari persiapan kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo ke Desa Pulau Komang.
Baca juga: Kunker ke Kuansing, Menteri PU Buka Wacana Jalan Tol Pekanbaru-Kuansing, Pacu Jalur Jadi Pemantik
Menteri PU datang untuk meninjau jaringan irigasi yang berada di kawasan tersebut. Infrastruktur irigasi itu dikabarkan akan menjadi bagian dari agenda peresmian yang dijadwalkan berlangsung Jumat (7/8/2026), dan disebut akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Karena lokasi harus dipersiapkan, area di sekitar titik kegiatan diperluas. Salah satunya dengan membongkar bangunan papan di samping rumah permanen milik Mansyur.
Namun, proses pembongkaran itu kemudian direkam warga dan berujung di media sosial.
Wandi menyayangkan narasi yang muncul setelah video tersebut beredar.
Ia menilai, persoalan menjadi liar karena video dipublikasikan tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi kepada pemerintah desa maupun kecamatan.
Menurutnya, kunjungan Dody Hanggodo ke Kuansing sendiri berlangsung dalam waktu yang relatif singkat untuk dipersiapkan.
Bahkan, kata Wandi, Menteri PU datang melalui jalur darat dari Pekanbaru.
Kondisi tersebut dinilainya tidak biasa untuk kunjungan pejabat sekelas menteri ke Kuansing.
"Pak Menteri PU datang ke Kuansing dengan menggunakan jalur darat dari Pekanbaru. Belum ada sejarahnya sekelas menteri datang ke Kuansing menggunakan jalur darat, mereka pasti menggunakan helikopter," ungkapnya.
Di balik polemik tersebut, Wandi mengakui ada satu persoalan administratif yang memang belum tuntas saat pembongkaran dilakukan.
Negosiasi dengan pemilik bangunan dilakukan secara mendadak.
Alasannya, pemerintah kecamatan juga baru mendapatkan informasi mengenai agenda kunjungan Menteri PU dalam waktu yang sangat terbatas.
Akibatnya, pembongkaran dilakukan lebih dahulu setelah mendapat persetujuan secara langsung dari pemilik, sementara surat perjanjian atau kesepakatan tertulis belum sempat dibuat.
"Kami belum sempat membuat surat perjanjian atau kesepakatan terkait pembongkaran karena disibukkan dengan persiapan penyambutan dan gladi kotor peresmian irigasi. Suratnya baru kami serahkan tadi ke Pak Mansyur," jelas Wandi.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )