Greenhouse hingga Kultur Jaringan, Kunjungan Guru SMKN 1 Babat Supat ke SMK PP Buka Wawasan Baru
tarso romli August 05, 2026 08:27 PM

 

Baca juga: SMK PP Negeri Sembawa Luncurkan Kulacino Cafe, Wadah Wirausaha Siswa Berbasis Kopi Lokal

SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Hal inilah yang mendorong guru-guru Kompetensi Keahlian Agribisnis Perbenihan Tanaman SMKN 1 Babat Supat melakukan kunjungan edukasi ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi para guru untuk mempelajari berbagai penerapan teknologi pertanian modern dan sistem pembelajaran vokasi berbasis industri yang selama ini menjadi keunggulan SMK PPN Sembawa.

Rombongan disambut oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri SMK PPN Sembawa, Titin Pransisca, yang memaparkan profil sekolah, pengembangan teaching factory, hingga inovasi pembelajaran berbasis praktik yang telah diterapkan.

Menurut Titin, kolaborasi antarlembaga pendidikan vokasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi tenaga pendidik.

"Kami menyambut baik kunjungan edukasi dari guru-guru SMKN 1 Babat Supat. Semoga kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman, memperkuat jejaring kerja sama, serta melahirkan inovasi pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan pembangunan pertanian," ujarnya.

Ketua Jurusan Agribisnis Perbenihan Tanaman SMKN 1 Babat Supat, Suhartono, mengaku banyak memperoleh wawasan baru dari sistem pendidikan yang diterapkan di SMK PPN Sembawa.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki prospek yang sangat besar sehingga perlu didukung dengan pendidikan vokasi yang berkualitas.

"Pertanian tidak akan pernah mati karena kehidupan manusia sangat bergantung pada sektor ini. Kami ingin membawa pengalaman dari sini untuk mengubah cara pandang masyarakat bahwa jurusan pertanian merupakan bidang yang menjanjikan dan layak menjadi pilihan utama," katanya.

Tak hanya berdiskusi, para guru juga diajak melihat secara langsung berbagai unit pembelajaran unggulan, mulai dari greenhouse hidroponik, Laboratorium Kultur Jaringan, hingga unit pembibitan kelapa sawit.

Di setiap lokasi, peserta mempelajari proses produksi, pemanfaatan teknologi budidaya modern, pengelolaan laboratorium, serta penerapan pembelajaran berbasis praktik yang mendekatkan peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu meningkatkan kualitas lulusan vokasi pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mampu menguasai inovasi dan teknologi.

"SDM pertanian harus menjadi penggerak utama transformasi pertanian Indonesia. Pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berjiwa wirausaha, dan siap menjawab tantangan pembangunan pertanian modern," tegas Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai peningkatan kapasitas guru merupakan investasi penting dalam mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berdaya saing.

"Guru merupakan ujung tombak dalam mencetak SDM pertanian yang profesional. Karena itu, kolaborasi, berbagi pengalaman, dan peningkatan kompetensi seperti ini harus terus diperkuat agar pembelajaran di SMK vokasi semakin berkualitas, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan pertanian nasional," ujar Idha.

Melalui kunjungan edukasi ini, SMKN 1 Babat Supat dan SMK PPN Sembawa diharapkan semakin mempererat sinergi dalam mengembangkan pendidikan vokasi pertanian.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih modern, meningkatkan kompetensi pendidik, serta mencetak SDM pertanian unggul yang siap mendukung transformasi pertanian Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.