Jumlah Penduduk Indonesia Tembus 290,1 Juta Jiwa, Sebanyak 74,9 Juta Belum Bekerja 
Misran Asri August 05, 2026 11:52 PM

Berdasarkan data tersebut, kelompok belum atau tidak bekerja masih menjadi yang terbesar, yakni mencapai 74.978.329 jiwa atau 25,84 persen dari total penduduk Indonesia

PROHABA.CO - Jumlah penduduk Indonesia terus bertambah dan saat ini tercatat di angka 290, 1 juta jiwa atau tepatnya 290.125.073 jiwa. 

Dari jumlah tersebut sebanyak 74,9 juta jiwa (74.978.329) atau 25,84 persen dari total penduduk Indonesia belum bekerja.

Demikian Data Kependudukan Semester I 2026 itu dirilis oleh Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Dari data yang dirilis itu, salah satunya yang dipublikasikan adalah komposisi jumlah penduduk Indonesia berdasarkan kelompok pekerjaan. 

Data tersebut dipaparkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Teguh Setyabudi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026, pada Senin (3/8/2026). 

Berdasarkan data tersebut, kelompok belum atau tidak bekerja masih menjadi yang terbesar, yakni mencapai 74.978.329 jiwa atau 25,84 persen dari total penduduk Indonesia. 

Baca juga: Per Maret 2025, Penduduk Miskin di Aceh Berkurang 14,3 Ribu Orang

Baca juga: BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Turun 1.364 Orang pada September 2025

Posisi berikutnya ditempati kelompok wirausaha dengan 69.733.714 jiwa (24,04 persen), disusul kategori lainnya sebanyak 53.941.725 jiwa (18,59 persen). 

"Kelompok pekerjaan yang terbanyak adalah di wiraswasta, tapi yang belum bekerja juga masih cukup banyak," kata Teguh. 

Lantas, bagaimana rincian komposisi jumlah penduduk Indonesia berdasarkan kelompok pekerjaan menurut data Dukcapil? 

Berdasarkan kelompok pekerjaan 

Berdasarkan Data Kependudukan Semester I 2026 per 30 Juni 2026, berikut rincian komposisi jumlah penduduk Indonesia berdasarkan kelompok pekerjaan: 

1. Belum/tidak bekerja: 74.978.329 jiwa (25,84 persen) 

2. Wirausaha: 69.733.714 jiwa (24,04 persen) 

3. Lainnya: 53.941.725 jiwa (18,59 persen) 

4. Pelajar/Mahasiswa: 49.947.639 jiwa (17,22 persen) 

5. Pertanian/Peternakan: 29.841.485 jiwa (10,29 persen) 

6. Aparatur/Pejabat Negara: 5.548.807 jiwa (1,91 persen)

7. Tenaga Pengajar: 2.154.388 jiwa (0,74 persen) 

8. Pensiunan: 1.636.588 jiwa (0,56 persen) 

9. Nelayan: 1.522.201 jiwa (0,52 persen) 

10. Tenaga Kesehatan: 690.573 jiwa (0,24 persen)

11. Agama dan Kepercayaan: 129.624 jiwa (0,04 persen) 

Secara umum, data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari seperempat penduduk Indonesia masih berada dalam kategori belum atau tidak bekerja. 

Baca juga: Aceh Minta Dana Otsus 2,5 Persen dalam Revisi UUPA, Sekda: Kunci Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Sementara itu, wirausaha menjadi kelompok pekerjaan terbesar kedua. 

Adapun profesi seperti aparatur negara, tenaga pengajar, nelayan, tenaga kesehatan, hingga bidang agama dan kepercayaan memiliki proporsi yang relatif kecil dibandingkan kelompok pekerjaan lainnya. 

Tembus 290,1 juta jiwa 

Lebih lanjut, Teguh juga mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Indonesia terus bertambah dan kini telah melampaui 290 juta jiwa. 

Berdasarkan Data Kependudukan Semester I 2026 per 30 Juni 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 290.125.073 jiwa. 

"Berapa jumlah penduduk kita? Per 30 Juni 2026 atau Semester I Tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia sudah 290.125.073 jiwa," kata Teguh. 

Jumlah tersebut meningkat 1.809.984 jiwa dibandingkan Semester II 2025 yang tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa. 

Dari total populasi tersebut, penduduk laki-laki berjumlah 146.402.289 jiwa, sedangkan perempuan sebanyak 143.722.784 jiwa. 

Usia produktif mencapai hampir 70 persen 

Teguh menjelaskan, Indonesia masih menikmati bonus demografi karena mayoritas penduduk berada pada usia produktif. 

Per 30 Juni 2026, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai 201.060.449 jiwa, atau sekitar 69,30 persen dari total penduduk Indonesia. 

"Alhamdulillah, dari 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia, 69,30 persen adalah usia produktif," ujar Teguh. 

Adapun rincian jumlah penduduk usia produktif adalah sebagai berikut: 

* Usia 15-19 tahun: 23.791.077 jiwa 

* Usia 20-24 tahun: 23.442.785 jiwa 

* Usia 25-29 tahun: 23.004.157 jiwa 

* Usia 30-34 tahun: 21.728.354 jiwa 

* Usia 35-39 tahun: 20.709.710 jiwa 

* Usia 40-44 tahun: 21.806.120 jiwa 

* Usia 45-49 tahun: 20.387.335 jiwa 

* Usia 50-54 tahun: 18.244.041 jiwa 

* Usia 55-59 tahun: 15.541.662 jiwa 

* Usia 60-64 tahun: 12.405.208 jiwa. 

Generasi Z kelompok terbesar 

Data Dukcapil juga menunjukkan bahwa Generasi Z menjadi kelompok generasi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. 

Per Semester I 2026, jumlah Generasi Z mencapai 75.369.786 jiwa, disusul Generasi Milenial sebanyak 68.535.021 jiwa. 

"Disusul yang tidak jauh adalah generasi Milenial. Ini penduduk terbanyak di kita, Gen Z dan Gen Milenial," kata Teguh. 

Sementara itu, Generasi Alpha yang saat ini berusia sekitar 2-13 tahun berjumlah 55.417.832 jiwa. 

Di sisi lain, Generasi Beta, yang merupakan generasi termuda, telah mencapai 5.414.771 jiwa dan diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang. 

Adapun Old Generation dan Silent Generation menjadi kelompok generasi dengan jumlah penduduk paling sedikit berdasarkan data Dukcapil Semester I 2026.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.