TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, resmi mencopot 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.
Langkah tegas ini diambil sebagai buntut dari munculnya kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) disejumlah wilayah.
Lantas, bagaimana dengan nasib SPPG di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara?.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Bulungan, Andika Setiawan, memastikan hingga saat ini SPPG di Bumi Tenguyun masih aman dan tidak terpengaruh oleh gelombang pencopotan tersebut.
Artinya tidak ada Kepala SPPG di Bulungan yang masuk dalam list 137 yang dicopot oleh Kepala BGN.
"Sampai saat ini belum ada untuk wilayah Bulungan," ungkap Andika Setiawan saat dikonfirmasi TribunKaltara.com, Rabu (5/8/2026).
Sebagai informasi, hingga saat ini tercatat sudah ada 16 SPPG di Kabupaten Bulungan yang resmi mengantongi Surat Keputusan (SK).
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menegaskan evaluasi pelaksanaan program MBG sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui BGN.
Oleh sebab itu, pihaknya enggan berkomentar lebih jauh mengenai program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini.
Baca juga: BGN Tutup Permanen 424 Dapur MBG di Kalimantan -Papua, Ada SPPG di Kaltara?
Syarwani menilai untuk evaluasi secara menyeluruh memang perlu dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan regulasi dan standar pelayanan yang ketat.
"Inikan program yang dikawal langsung dari pusat, dan BGN pasti melakukan evaluasi. Itu tidak hanya terjadi di kita yang ada di Kabupaten Bulungan," ujar Syarwani.
"Pasti ada regulasi terkait standarisasi pelayanan SPPG dan tentu akan dilakukan evaluasi. Iya kita tunggu saja, saya tidak berani mengomentari terlalu dalam karena ini adalah program yang memang langsung dikawal pemerintah pusat melalui BGN," tambahnya.
Meskipun kewenangan evaluasi berada di tangan pusat, Pemkab Bulungan memastikan tidak tinggal diam.
Dalam hal ini Pemkab Bulungan terus memberikan dukungan penuh, pengawalan, hingga monitoring bersama seluruh stakeholder terkait.
Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Syarwani mengimbau seluruh pengelola SPPG di Bulungan agar tidak main-main dengan kualitas makanan dan standar higienitas.
"Saya menghimbau kepada seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Bulungan, mari kita ikuti seluruh regulasi standar keamanan dalam penyelenggaraan pemberian makan bergizi gratis. Sehingga makanan tersebut benar-benar aman dikonsumsi bagi penerima manfaat, baik untuk anak-anak maupun penerima lainnya," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu