TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberadaan Waste Station menarik perhatian para delegasi Indonesia Malaysia Thailand (IMT) Growth Triangle (GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026 ketika melihat aktivitas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Kaca Mayang, Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).
Mereka melihat langsung proses penukaran sampah menjadi uang di Waste Station.
Waste Station sendiri merupakan fasilitas stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah.
Warga bisa menukarkan sampah non organiknya menjadi poin dalam bentuk uang elektronik.
Mereka cukup datang ke Waste Station membawa sampah non organik dan mengunduh aplikasi rekosistem sebelum menukarkan sampah non organik.
Ada sejumlah sampah non organik bisa ditukarkan di Waste Station.
Sampah tersebut yakni plastik, kaca, minyak jelantah, kertas, kardus, logam dan elektronik bekas.
Waste Station ini yang kedua setelah Waste Station di RTH Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani.
"Keberadaan Waste Station ini dalam upaya mengurangi sampah yang menumpuk di TPA selama ini," terang Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho kepada Tribunpekanbaru.com.
Menurutnya, pembuatan Waste Station ini adalah kerjasama pemerintah kota dengan sejumlah pihak swasta.
Ada rencana jumlah Waste Station bertambah ke lokasi lainnya lewat kerjasama dengan sejumlah pihak.
"Para delegasi sangat mengapresiasi, kami juga siap sharing ilmu dengan delegasi lainnya tentang upaya pengelolaan sampah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menyampaikan bahwa ada 29 orang delegasi dari tiga negara yang hadir dalam kunjungan tersebut.
Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Lokasi RTH bukan hanya ramah lingkungan tapi juga ramah anak.
Ada playground gratis dan juga perpustakaan digital dalam area RTH tersebut.
"Kami memperlihatkan penerapan Green City di Kota Pekanbaru di RTH Kaca Mayang. Kami menjadikan taman ini ramah anak dan ramah lingkungan," paparnya.
Dinas juga memberi paparan tentang penerapan Waste to Energy di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar II. Lokasi tersebut nantinya memiliki tempat pemanfaatan gas metan.
"Lalu program bersama Danantara dalam mengelola sampah lewat Pekanbaru Raya," jelasnya.
Sebelumnya, puluhan orang delegasi meninjau SMPN 4 Pekanbaru yang merupakan Sekolah Hijau.
Sekolah tersebut bukan hanya memiliki lingkungan yang asri dengan pepohonan yang rindang.
Namun murid di sekolah itu belajar memilah sampah.
Mereka sudah mulai memilah sampah organik dan non organik.
( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )