Anggota DPR Ingatkan Pemerintah, Reformasi Hulu-Hilir Jadi Kunci Swasembada Gula
Wahyu Aji August 06, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Sonny T. Danaparamita, mengingatkan pemerintah bahwa target swasembada gula nasional hanya dapat dicapai jika dibarengi reformasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. 

Menurutnya, kebijakan yang bersifat parsial tidak akan cukup untuk membangun industri gula yang berkelanjutan sekaligus melindungi petani.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) itu menyampaikan, apresiasi atas komitmen pemerintah mewujudkan swasembada gula. 

Namun, ia menilai setiap kebijakan harus diiringi penguatan tata kelola industri, kemitraan dengan petani, revitalisasi pabrik gula, hingga pengawasan impor.

Sonny juga menyoroti kebijakan yang mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikawal agar tidak justru menimbulkan persoalan baru di tengah keterbatasan lahan.

"Kita sepakat dan mendukung penuh semangat kemandirian gula nasional. Namun, mewajibkan industri rafinasi membuka lahan baru secara masif bukanlah satu-satunya jalan. Pemerintah justru harus mengawal ketat aturan kemitraan yang sudah ada agar industri benar-benar turun ke bawah membina petani," kata Sonny kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Selain pembenahan di sektor hulu, Sonny menegaskan pentingnya perlindungan terhadap petani melalui penegakan aturan serapan tebu lokal. 

Dia mendukung langkah pemerintah untuk memeriksa perusahaan atau pabrik gula yang menolak menyerap hasil panen petani dengan berbagai alasan teknis.

"Untuk urusan ini kita tidak boleh berkompromi. Kesejahteraan dan kepentingan petani adalah prioritas mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh korporasi mana pun. Negara harus hadir dan menindak tegas pabrik-pabrik yang mencari alasan untuk menghindari kewajibannya menyerap tebu rakyat," ucapnya.

Dia mengingatkan, regulasi yang berlaku telah mengatur komposisi bahan baku pabrik gula, yakni 20 persen berasal dari kebun sendiri dan 80 persen dari kebun kemitraan masyarakat. 

Menurutnya, ketentuan tersebut harus ditegakkan agar tidak ada industri yang hanya mengejar kuota impor raw sugar tanpa membangun kemitraan dengan petani.

"Di wilayah lumbung tebu seperti Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, para petani kita sangat siap menjadi penyokong utama. Syaratnya, industri harus patuh pada aturan dengan menjadi 'bapak angkat' yang mentransfer teknologi, memfasilitasi pupuk, dan menjaga stabilitas harga panen," ucap pria kelahiran Banyuwangi tersebut.

Di sisi lain, Sonny juga mendorong percepatan revitalisasi pabrik gula yang dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas nasional. 

Menurutnya, banyak pabrik gula di Situbondo dan Bondowoso yang sudah berusia tua sehingga membutuhkan pembenahan untuk meningkatkan rendemen.

"Di Situbondo dan Bondowoso, mayoritas Pabrik Gula (PG) kita berstatus pabrik tua yang tingkat rendemennya butuh pembenahan total. Revitalisasi pabrik-pabrik ini harus masuk prioritas utama pemerintah. Sementara untuk fasilitas modern seperti PG Glenmore di Banyuwangi, tugas kita bersama adalah memastikan rantai pasok tebu dari petani lokal tetap aman dan terintegrasi," ucapnya.

Selain itu, Sonny menilai pengawasan terhadap tata niaga impor gula juga harus diperketat agar tidak merugikan petani.

Dia mengingatkan agar tidak terjadi kebocoran gula rafinasi impor ke pasar konsumsi karena dapat menekan harga Gula Kristal Putih (GKP) saat musim giling.

Sebagai langkah penutup, Sonny meminta pemerintah menyiapkan mitigasi selama masa transisi kebijakan. 

Menurutnya, investasi awal di sektor perkebunan dan penyesuaian produktivitas tebu lokal berpotensi meningkatkan biaya produksi gula rafinasi yang dapat berdampak pada industri makanan, minuman, dan farmasi.

Baca juga: Perlu Reformasi Menyeluruh untuk Realisasikan Swasembada Gula, Tak Cukup Hanya Perluas Lahan

"Peningkatan produktivitas petani, ketegasan menindak korporasi nakal, perlindungan dari kebocoran impor, dan mitigasi harga untuk industri lanjutan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jika semua ini dijalankan secara disiplin, target swasembada gula pasti akan tercapai dengan fondasi yang sangat kuat," pungkas Sonny.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.