Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Indonesia Timur dalam beberapa bulan terakhir mulai memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprediksi Agustus sebagai puncak fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi cuaca lebih kering.
Salah satu kebakaran terjadi di Negeri Trana, Kecamatan Teon, Nila, Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diunggah melalui akun Facebook resmi Satpol PP Maluku Tengah pada Rabu (5/8/2026), Tim Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menerima laporan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Baca juga: APBD SBT 2025 Alami Defisit Rp. 46,4 Miliar, Belanja Daerah Capai Rp. 920,5 Miliar
Baca juga: Kasus Korupsi PT Dok Waiame, 2 Tersangka Ditetapkan Setelah Setahun Penyelidikan
Begitu menerima laporan, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi untuk mencegah kobaran api meluas hingga mengancam permukiman warga.
Di tengah terik matahari dan kondisi cuaca yang sangat panas, petugas berjibaku memadamkan api yang dengan cepat melahap vegetasi kering.
Setelah melalui proses pemadaman yang berlangsung intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kepala Satpol PP Maluku Tengah, Boni Kabrahanubun, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena cuaca panas ekstrem disertai angin kencang dapat membuat api cepat menyebar.
Ia mengimbau warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan semak belukar, rumput kering, maupun di pinggir jalan.
"Mencegah pembukaan lahan baru dengan cara membakar rumput atau sampah di area terbuka," ujar Boni.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan api atau bara benar-benar padam setelah beraktivitas di sekitar kebun maupun kawasan hutan.
Boni juga meminta warga segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan titik asap atau potensi kebakaran.
"Segera melapor ke pihak berwenang atau pemadam kebakaran setempat jika melihat adanya titik asap atau potensi kebakaran. Ingat, kepedulian kecil kita hari ini menentukan keselamatan lingkungan dan anak cucu kita besok. Mari cegah Karhutla bersama!," tegas Boni.(*)