2 Titik Karhutla Terjadi di Boltim Sulawesi Utara, Tanaman Pala hingga Cengkih Warga Dilahap Api
Rizali Posumah August 06, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di dua titik Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut). 

Dua titik tersebut berada di perbatasan desa Buyat Selatan dan Kotabunan.

Sedangkan titik kedua berada di lahan perkebunan milik warga di desa Bulawan Satu.

Menurut laporan di BPBD Boltim, dugaan sementara menyebutkan bahwa penyebab utama kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan ke area semak belukar. 

Kondisi cuaca yang sedang ekstrem, ditandai dengan tingkat kelembaban rendah dan angin yang bertiup kencang, membuat api dengan cepat melahap vegetasi kering. 

Rumput liar, dedaunan, serta sisa-sisa pembersihan kebun yang menumpuk menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar, sehingga kobaran api dalam waktu singkat sudah menjalar ke area yang lebih luas.

Asap tebal berwarna kehitaman terlihat membubung tinggi dan menyelimuti kawasan perkebunan, sementara lidah api terus menggerogoti tanaman produktif milik petani. 

Tiupan angin yang tidak kunjung reda justru memperparah kondisi dengan mendorong arah penyebaran api ke bagian-bagian lain dari lahan perkebunan.

"Banyak tanaman kami seperti kelapa dan cengkih yang terbakar. Kami bisa terancam gagal panen," ujar Gugun salah seorang warga, Kamis 6 Agustus 2026. 

Ancaman yang lebih besar muncul ketika api berpotensi meluas ke kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Kepala BPBD Kabupaten Boltim Fitra J Damopolii membenarkan adanya kesulitan yang dihadapi tim pemadam dalam proses penanganan kebakaran lahan. 

Menurutnya, medan yang harus ditempuh oleh kendaraan pemadam kebakaran sangat sulit karena lokasi kebakaran berada di tengah-tengah area perkebunan yang tidak dilalui jalan memadai. 

“Penanganan terus diupayakan karena kondisi lahan sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran," katanya.

"Kebakaran terjadi di dua titik yang berbeda,” ungkapnya lagi. 

Keterbatasan infrastruktur di lokasi kebakaran memaksa tim gabungan untuk berpikir kreatif. 

Kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa mendekati sumber api secara langsung. 

Sebagai solusi, Bupati Boltim Oskar Manoppo bersama warga sekitar melakukan operasi bolak-balik untuk mengambil dan mengisi air ke dalam wadah-wadah yang kemudian disemprotkan secara manual ke titik-titik api. 

Upaya gotong royong ini menjadi bukti nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana

Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai pihak. 

Selain petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boltim, kegiatan ini juga didukung oleh personel BPBD Boltim, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, serta puluhan warga setempat yang secara sukarela bergabung. 

Seluruh unsur bekerja sama bahu-membahu untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api agar tidak merambat ke perkebunan lain maupun pemukiman padat penduduk

Berdasarkan data sementara, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa kebakaran lahan ini. 

Namun demikian, kerugian materi cukup signifikan. 

Sejumlah tanaman produktif milik masyarakat dilaporkan hangus terbakar, di antaranya pohon kelapa, cengkih, pala, serta berbagai jenis tanaman buah-buahan yang merupakan andalan ekonomi warga. 

Kerusakan ini tentu saja akan berdampak langsung pada pendapatan petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan. (Nie)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.