TRIBUNSTYLE.COM - Kabar duka datang dari dunia sepak bola, pesepakbola asal Thailand bernama Sofwan Awae meninggal dunia setelah tersambar petir ketika sedang bertanding di lapangan.
Melansir The Strait Times pada Kamis (6/8/2026), insiden ini terjadi pada 4 Agustus 2026 saat pertandingan Piala Golok di Stadion Santiphap, Sungai Golok, Thailand Selatan.
Piala Golok adalah turnamen sepak bola regional yang menampilkan tim lokal dan campuran pemain dari Thailand- Malaysia.
Petir menyambar kala tim SAMCOLTS dan Abu x Nong Sirin tengah bertanding di lapangan.
Gambar dan video yang beredar merekam seberkas cahaya terang mengenai area lapangan di dalam kotak penalti.
Nahasnya, Sofwan Awae yang bermain untuk SAMCOLTS ada di posisi sambaran petir.
Baca juga: Viral Mobil Kopdes Merah Putih Masuk Mal Solo Paragon, Asal-usul Masih Ditelusuri, Dinkop Buka Suara
Ia tersambar petir sekitar pukul 17.30 waktu setempat ketika pertandingan masih berlangsung.
Kepanikan terjadi sesaat setelah sambaran petir terjadi. Dalam rekaman yang beredar, rekan setim pemain berusia 24 tahun itu terlihat membalikkan tubuhnya dan mencoba menyadarkannya di tengah lapangan.
Sayangnya, nyawa Sofwan tak bisa diselamatkan. Peristiwa yang sama juga menyebabkan 12 pemain lain terluka.
“Meskipun tim medis darurat telah melakukan segala upaya untuk menyelamatkannya, korban meninggal dunia akibat luka parah yang diderita dalam insiden tersebut,” kata Kepala Polisi Sungai Golok, Thun Sirikhunt , seperti dikutip oleh Bernama.
Sementara 12 korban lain, termasuk pemain dari Malaysia, yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Sofwan Awae adalah pemain sayap atau penyerang yang baru saja bergabung dengan klub profesional divisi tiga Thailand, Yala FC.
Ia bermain untuk SAMCOLTS ketika pertandingan nahas itu terjadi.
Sofwan berusia 24 tahun, lahir pada 6 April 2002.
Ia baru bergabung dengan Yala FC pada akhir Juli 2026.
Hanya dalam hitungan hari saja, kariernya di klub tersebut harus berakhir karena peristiwa tragis.
Sebelum menjadi anggota Yala FC, Sofwan setempat tergabung di Pattani FC.
Di klub ini, ia membantu mengamankan promosi ke Liga Thailand 2 dengan 7 gol dalam 18 penampilan.
Baca juga: Sosok Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS Viral Dikomentari Sinis Oknum Nakes, Profesi MC Wedding
Pertandingan yang akhirnya merenggut nyawa Sofwan memang berlangsung di tengah hujan deras dan petir.
Menurut media Thailand, stadion terbuka termasuk tempat yang paling rentan saat badai.
Di Thailand, puluhan kematian akibat sambaran petir terjadi setiap tahun, terkonsentrasi selama musim hujan, dan sebagian besar terjadi di tanah datar. (Tribun Style/GPS)