Iran Habisi Persediaan Amunisi Pertahanan AS, Trump Gigit Jari Sisa Rudal THAAD Terkuras 80 Persen
Galuh Palupi August 06, 2026 08:44 AM

 

TRIBUNSTTLE.COM - Iran membuat Amerika Serikat kelimpungan gegara amunisi sistem pencegat rudalnya terkuras hingga 80 persen selama berbulan-bulan melawan gempuran Teheran.

Melansir dari Anadolu Agency pada Kamis (6/8/2026), kondisi yang sedang dialami AS ini dibocorkan oleh seorang komandan senior Amerika Serikat.

Seorang komandan senior militer Amerika Serikat mengungkapkan bahwa cadangan amunisi Pentagon kini berada pada tingkat yang rendah dan dinilai mengkhawatirkan.

Berdasarkan laporan tersebut, Washington diperkirakan memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot dari berbagai varian serta 452 rudal THAAD.

Meski demikian, stok rudal pencegat yang dimiliki Amerika Serikat dilaporkan telah menyusut hampir 80 persen.

KONFLIK TIMUR TENGAH - Amerika Serikat disebut kehilangan banyak persediaan senjata selama berbulan-bulan perang dengan Iran (YouTube/Tribunnews)

Penurunan drastis persediaan amunisi itu disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran.

Sebelumnya, Trump dikabarkan berencana melanjutkan operasi militer pada Jumat (31/7).

Baca juga: Pantas Trump & Netanyahu Tahan Diri Serang Iran, di Belakang Teheran Poros Militer Rusia - Pakistan

Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan telah memperoleh persetujuan akhir untuk melaksanakan operasi tersebut.

Namun, sehari setelahnya Trump mengubah keputusan usai melakukan pembahasan dengan sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Negara-negara Teluk disebut menyampaikan kekhawatiran bahwa respons Iran dapat menyasar pangkalan militer maupun infrastruktur energi di wilayah mereka.

Pada akhirnya, Trump meminta Pentagon menunda operasi, meski opsi untuk melancarkan serangan pada waktu lain tetap terbuka.

Pertimbangan lain yang memengaruhi keputusan tersebut adalah potensi tingginya korban sipil apabila operasi benar-benar dilakukan di wilayah Iran.

Dalam waktu yang sama, jajaran pimpinan militer Amerika Serikat juga memberikan peringatan mengenai tingginya risiko yang mungkin timbul dari operasi tersebut.

Negara-negara sekutu Washington turut menyoroti kondisi stok rudal pertahanan udara yang semakin menipis.

Laporan menyebutkan militer AS telah menghabiskan hampir 80 persen rudal THAAD serta sekitar separuh dari total persediaan rudal Patriot.

Selain itu, persenjataan lain seperti ATACMS, PrSM, dan rudal Tomahawk juga dilaporkan telah digunakan dalam jumlah besar.

Sejumlah pengamat menilai situasi tersebut berpotensi mengurangi kemampuan Amerika Serikat dalam menjalankan operasi militer dalam jangka panjang.

Di sisi lain, berkurangnya cadangan amunisi juga memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan Washington menghadapi kemungkinan konflik dengan China, Rusia, maupun Korea Utara.

Meski demikian, Pentagon bersama Gedung Putih menegaskan bahwa militer Amerika Serikat masih memiliki persediaan senjata yang cukup untuk mendukung berbagai operasi.

Pemerintahan Trump juga memastikan kapasitas produksi persenjataan akan terus ditingkatkan guna menjaga kesiapan militer.

Baca juga: Saat AS Terkuras Senjatanya, Iran Diam-diam Perkuat Amunisi: Jeda Pertempuran Bukan Akhir Ancaman

Iran Perkuat Persenjataan

Sementara Amerika Serikat menghadapi tekanan akibat menipisnya stok senjata, Iran justru dilaporkan terus meningkatkan kemampuan militernya.

Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Majid Ebn-e Reza, sebelumnya menyatakan bahwa proses produksi rudal dan pesawat nirawak tetap berjalan tanpa henti.

Bahkan, kapasitas pembuatan drone disebut meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelum perang, meski pemerintah Iran belum mengungkapkan jumlah unit yang berhasil diproduksi.

Menurutnya, gugurnya sejumlah komandan senior tidak memengaruhi kekuatan angkatan bersenjata. 

KONFLIK TIMUR TENGAH - Iran pakai untuk pertama kalinya drone Hadid 110 dalam operasi militernya, ini kehebatan Hadid 110
KONFLIK TIMUR TENGAH - Iran pakai untuk pertama kalinya drone Hadid 110 dalam operasi militernya, ini kehebatan Hadid 110 (YouTube/Tribunnews)

Ia menilai militer Iran tetap mampu menjalankan operasi secara intensif dengan strategi yang semakin adaptif serta taktik yang terus berkembang.

Pernyataan senada disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan produksi rudal meningkat selama masa gencatan senjata. 

Ia juga mengklaim tingkat akurasi rudal Iran semakin baik berkat pengalaman operasional yang diperoleh selama perang.

Meski begitu, IRGC belum membuka informasi mengenai jumlah pasti stok rudal yang dimiliki maupun tingkat kerusakan fasilitas produksi senjata dan sistem pertahanan udara setelah serangan selama konflik berlangsung.

Di tengah upaya memperkuat sistem pertahanan, berbagai laporan mengenai kemampuan militer Iran terus menjadi sorotan.

Media Amerika Serikat pada Juni lalu memperkirakan Iran masih menyimpan sekitar 70 persen stok rudal yang dimiliki sebelum perang, serta sekitar 40 persen armada drone yang tersedia sebelum konflik dimulai.

Apabila perkiraan tersebut akurat, Iran dinilai masih memiliki kemampuan mempertahankan operasi militer dalam waktu yang cukup lama, termasuk di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

Baca juga: Ini Kesalahan Fatal Kalkulasi Trump Menghitung Kekuatan Iran, Pantas Teheran Sulit Ditundukkan

Perhatian internasional juga sempat tertuju pada laporan Reuters yang menyebut Iran berpotensi memperoleh hingga 400 peluncur rudal pertahanan udara bahu buatan China melalui Pakistan.

Namun, informasi tersebut langsung dibantah oleh pemerintah China dan Pakistan, sementara Teheran memilih tidak memberikan pernyataan resmi.

Di sisi lain, mantan komandan senior IRGC, Hossein Kanani Moghaddam, menegaskan bahwa serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel tidak berhasil melumpuhkan mesin perang Iran.

Ia mengklaim industri pertahanan dalam negeri terus menyempurnakan kemampuan rudal, mulai dari peningkatan jangkauan, akurasi, hingga daya ledak hulu ledak. (Tribun Style/Tribun Video)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.