Pantas Trump & Netanyahu Tahan Diri Serang Iran, di Belakang Teheran Poros Militer Rusia - Pakistan
Agung Budi Santoso August 06, 2026 08:44 AM

Pantas Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tahan diri serang Iran, di belakang Teheran ada Poros Militer Rusia dan Pakistan

Pengaruh China Disebut Makin Menguat, Iran dan Pakistan Dinilai Kian Solid Bangun Kekuatan Militer Bayang-bayang perubahan peta kekuatan di Timur Tengah dan Asia Selatan disebut semakin nyata.  Di tengah memanasnya dinamika geopolitik, China dinilai berhasil memperluas pengaruhnya secara senyap namun efektif terhadap kemampuan militer Iran dan Pakistan.

Jika selama ini Amerika Serikat dan Rusia identik dengan pangkalan militer, aliansi pertahanan, atau pengerahan pasukan, Beijing justru memilih jalur yang berbeda. Tanpa menempatkan tentaranya di garis depan, China disebut membangun pengaruh melalui transfer teknologi, ekspor persenjataan, investasi ekonomi, hingga kemitraan strategis jangka panjang.

Penilaian tersebut disampaikan analis geopolitik Sergio Restelli dalam laporannya yang dimuat Times of Israel.

Menurut Restelli, strategi Beijing membuat China mampu memperluas jejak pengaruhnya di kawasan-kawasan strategis tanpa harus terlibat langsung dalam konflik bersenjata.

Ia menyebut China memanfaatkan ekspor senjata, teknologi dwiguna (dual-use technology), kerja sama industri pertahanan, investasi ekonomi, hingga perlindungan diplomatik untuk memperkuat negara-negara mitranya.

"Tidak seperti Amerika Serikat atau Rusia, China membangun pengaruh melalui transfer senjata, teknologi dwiguna, kerja sama industri, investasi ekonomi, dan perlindungan diplomatik," tulis Restelli, dikutip dari FM Bharat.

Menurutnya, pendekatan tersebut secara perlahan meningkatkan kemampuan negara-negara yang dalam berbagai isu memiliki kepentingan berbeda dengan Israel maupun Amerika Serikat.

Pakistan Disebut Menjadi Pilar Strategi Militer China

Dalam laporannya, Pakistan disebut sebagai salah satu contoh paling nyata keberhasilan strategi Beijing.

Selama lebih dari tiga dekade, China dikatakan terus membangun Pakistan sebagai mitra militer utamanya di Asia Selatan. Hubungan itu kini tidak lagi sebatas transaksi jual beli senjata, tetapi telah berkembang menjadi kolaborasi industri pertahanan yang semakin dalam.

Angkatan Udara Pakistan kini mengoperasikan sejumlah pesawat tempur buatan China, seperti JF-17 Thunder dan J-10CE. Di sektor maritim, Angkatan Laut Pakistan juga memperkuat armadanya dengan kapal selam dan fregat produksi Beijing.

Tak hanya itu, pengembangan sistem rudal dan pertahanan udara Pakistan juga disebut berlangsung melalui transfer teknologi dan kerja sama industri pertahanan antara kedua negara.

Restelli menilai hubungan tersebut menunjukkan bahwa China bukan sekadar pemasok alutsista, melainkan telah menjadi mitra strategis dalam membangun kemampuan militer Pakistan.

Iran dan China Perkuat Kemitraan Strategis

Selain Pakistan, Iran juga disebut menjadi salah satu mitra strategis terpenting Beijing.

Meski selama bertahun-tahun berada di bawah tekanan sanksi internasional yang membatasi akses terhadap senjata konvensional, hubungan kedua negara justru terus berkembang di berbagai sektor.

Restelli menjelaskan sejumlah perusahaan China memasok teknologi dwiguna, peralatan industri, hingga berbagai komponen yang mendukung sektor industri strategis Iran.

Hubungan itu semakin menguat setelah kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama strategis selama 25 tahun pada 2021.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan energi, infrastruktur, teknologi, investasi, hingga kerja sama keamanan yang dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menopang kapasitas industri yang berkaitan dengan sektor pertahanan Iran.

Iran dan Pakistan Makin Intens Berkoordinasi

Laporan tersebut juga menyoroti hubungan Iran dan Pakistan yang disebut semakin erat, khususnya dalam bidang keamanan perbatasan.

Setelah beberapa kali mengalami ketegangan di wilayah perbatasan, kedua negara kini membangun mekanisme koordinasi militer yang lebih intensif.

Selain memperkuat komunikasi antarmiliter, Iran dan Pakistan juga meningkatkan pertukaran informasi intelijen terkait kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan.

Dalam konteks itu, Restelli menilai posisi China menjadi semakin strategis karena memiliki hubungan pertahanan yang kuat dengan Islamabad sekaligus kemitraan jangka panjang dengan Teheran.

Meski demikian, ia menegaskan hingga kini belum terdapat bukti publik yang menunjukkan adanya kerja sama intelijen trilateral yang secara khusus ditujukan terhadap Israel.

Menurutnya, yang ada saat ini adalah peluang pertukaran informasi melalui latihan militer bersama, dialog pertahanan, kerja sama teknologi, dan konsultasi keamanan.

Israel Diingatkan Waspadai Pergeseran Keseimbangan Kekuatan

Restelli menilai semakin eratnya hubungan strategis antara China, Iran, dan Pakistan berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah maupun Asia Selatan.

Perkembangan tersebut, menurutnya, layak menjadi perhatian serius bagi Israel karena dapat memengaruhi dinamika keamanan kawasan dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan Iran masih memiliki jaringan kelompok sekutu di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman. Sementara Pakistan merupakan salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia Islam serta memiliki persenjataan nuklir.

Menurut analisis tersebut, kombinasi posisi strategis kedua negara, ditambah dukungan teknologi dan kerja sama pertahanan dari China, berpotensi meningkatkan pengaruh mereka di kawasan.

Laporan itu juga menyinggung dugaan bahwa sebagian teknologi yang mendukung program nuklir Iran kemungkinan berasal dari Pakistan dengan dukungan tidak langsung dari China.

Namun, Restelli menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti konkret yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut sehingga klaim itu masih sebatas analisis dan belum dapat dipastikan sebagai fakta.

Meski demikian, ia menilai perkembangan hubungan Beijing dengan Teheran dan Islamabad tetap perlu dicermati.

Menurutnya, kerja sama di bidang pertahanan, transfer teknologi, investasi industri, hingga konsultasi keamanan berpotensi memperkuat kemampuan militer Iran dan Pakistan sekaligus memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan.

Karena itu, Israel dinilai perlu terus mengawasi perkembangan tersebut mengingat setiap perubahan konstelasi geopolitik dapat berdampak pada perhitungan keamanan serta stabilitas regional di masa mendatang.

TribunStyle.com | Tribunnews.com | Namira 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.