TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah Tribunners tanpa sadar mengucapkan "lebih better", "PIN number", atau "me time sama teman"?
Kalau iya, tenang saja, Tribunners bukan satu-satunya.
Dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris memang sudah menjadi hal yang lumrah.
Bahkan, beberapa frasa terdengar begitu natural hingga banyak orang mengira penggunaannya sudah benar.
Padahal, sebagian di antaranya ternyata mengandung makna yang berulang atau tidak sesuai dengan arti asli dalam bahasa Inggris.
Alhasil, meski lawan bicara tetap paham, frasa tersebut terdengar kurang tepat, terutama jika digunakan dalam tulisan atau situasi formal.
Lantas, frasa apa saja yang sering keliru digunakan?
Frasa ini mungkin menjadi salah satu yang paling sering terdengar.
Sekilas memang tidak ada yang aneh karena maksudnya adalah "lebih baik".
Namun, kata better sendiri sudah memiliki arti "lebih baik" karena merupakan bentuk perbandingan (comparative) dari good.
Artinya, kata “lebih” sebenarnya tidak perlu ditambahkan lagi.
Jadi, cukup gunakan better dalam bahasa Inggris atau lebih baik dalam bahasa Indonesia.
Contoh kalimat: This plan is better than the previous one. (Rencana ini lebih baik daripada yang sebelumnya.)
Sama seperti “lebih better”, kata prefer juga sudah mengandung makna "lebih memilih" dibandingkan pilihan lain.
Karena itu, menambahkan kata "lebih" di depannya membuat maknanya menjadi berulang.
Tribunners cukup gunakan saja prefer atau lebih memilih.
Contoh kalimat: I prefer coffee over tea. (Aku lebih memilih kopi daripada teh.)
Kalau better berarti "lebih baik", maka best berarti "yang paling baik".
Dengan kata lain, best sudah merupakan bentuk superlatif sehingga tidak perlu lagi didahului kata most.
Contoh kalimat: She is the best player on the team. (Dia adalah pemain paling baik di dalam tim.)
Saat ingin memuji sesuatu, banyak orang mengatakan "sangat perfect".
Padahal, perfect sendiri sudah berarti sempurna.
Dalam penggunaan umum, tidak ada tingkatan yang lebih tinggi dari "sempurna", sehingga kata sangat sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh kalimat: Your presentation was perfect. (Presentasimu sempurna.)
Kalau diperhatikan, kata repeat sudah memiliki arti mengulang.
Itu sebabnya, menambahkan kata lagi atau ulang hanya mengulang makna yang sama.
Kalau menggunakan bahasa Inggris, cukup katakan repeat saja.
Contoh kalimat: Could you repeat that, please? (Bisakah kamu mengulang itu?)
Kesalahan ini juga cukup sering ditemukan.
Kata return sudah berarti kembali atau mengembalikan.
Jadi, kata back sebenarnya tidak perlu lagi ditambahkan.
Contoh kalimat: I’ll return your book tomorrow. (Aku akan mengembalikan bukumu besok.)
Tahukah Tribunners bahwa PIN merupakan singkatan dari Personal Identification Number?
Artinya, ketika mengucapkan PIN number, secara harfiah kita sebenarnya mengatakan Personal Identification Number number.
Karena itu, bentuk yang lebih tepat cukup PIN.
Contoh kalimat: Please enter your PIN. (Tolong masukkan PIN kamu.)
Kasusnya sama seperti PIN di penjelasan sebelumnya.
ATM adalah singkatan dari Automated Teller Machine.
Jadi, jika ditambah kata machine di belakangnya, maknanya menjadi Automated Teller Machine machine.
Karena itu, Tribunners cukup sebut ATM saja.
Contoh kalimat: I need to withdraw some cash from the ATM. (Aku harus menarik uang tunai dari ATM.)
Frasa ini mungkin yang paling sering muncul di media sosial.
Padahal, me time berarti waktu yang sengaja dihabiskan sendirian untuk diri sendiri, misalnya untuk beristirahat, membaca buku, atau melakukan hobi.
Kalau dilakukan bersama teman, istilah yang lebih tepat adalah hangout with friends atau sekadar berkumpul bersama teman.
Contoh kalimat:
- I need some me time after work. (Aku perlu waktu sendiri setelah bekerja.)
- We're hanging out with friends tonight. (Kita menghabiskan waktu bersama teman-teman malam ini.)
Banyak orang mengatakan, "Yuk join bareng!"
Padahal, kata join sendiri sudah berarti bergabung.
Jadi, menambahkan kata bareng membuat maknanya menjadi berulang.
Oleh karena itu, Tribunners cukup gunakan kata join atau gabung.
Contoh kalimat: Do you want to join us for dinner? (Apakah kamu ingin bergabung dengan kita saat makan malam?)
Frasa ini juga cukup sering ditemukan, terutama di lingkungan kerja atau kampus.
Kata reschedule sendiri berarti menjadwalkan ulang, sehingga tidak perlu lagi ditambah kata ulang.
Kalau menggunakan bahasa Inggris, cukup katakan reschedule.
Sementara dalam bahasa Indonesia, cukup gunakan jadwalkan ulang.
Contoh kalimat: We need to reschedule the meeting. (Kita perlu menjadwalkan ulang pertemuannya.)
Menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang bukan hal yang salah, apalagi dalam percakapan sehari-hari.
Namun, mengetahui makna asli setiap kata dapat membantu kita menghindari penggunaan frasa yang berulang atau kurang tepat.
Jadi, setelah membaca daftar di atas, kira-kira frasa mana yang paling sering Tribunners ucapkan tanpa sadar?
(MG Hasna Aulia Syafitri)