Obor Pemuda GMIM, Renungan Kamis 6 Agustus 2026, Yeremia 31:6-9, Bapa yang Menuntun
Chintya Rantung August 06, 2026 09:48 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan Kamis 6 Agustus 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Yeremia 31:6-9.

Tema perenungan adalah Bapa yang Menuntun.

Khotbah:

Sobat Obor, kalau kita disuruh membentuk tim untuk lari jarak atau mendaki gunung, pasti kita akan mencari teman 
jauh yang fisiknya kuat, napasnya panjang, dan langkahnya cepat, kan?

Di dunia yang serba cepat dan kompetitif ini, hukumnya sering kali kejam: yang lambat, lemah, atau sedang bermasalah pasti akan tertinggal. 

Kita terbiasa dengan budaya yang menuntut anak muda untuk selalu tampil stand out, kuat, dan tanpa cacat.

Kalau kamu sedang burnout, penuh beban, atau "pincang" secara mental, lingkungan sering kali tidak mau repot-repot menunggumu. 

Namun, coba perhatikan betapa anti-mainstream gaya Tuhan saat memimpin parade pemulihan-Nya di Yeremia 31:8.

Saat raja-raja dunia memamerkan pasukan elit militer yang gagah perkasa, Tuhan malah sengaja memanggil berkumpul orang buta, orang lumpuh, dan perempuan yang sedang hamil.

Secara logika, mereka ini adalah kelompok yang paling rentan, lambat, dan paling butuh bantuan untuk berjalan.

Kenapa Tuhan justru menjadikan mereka tamu VIP di barisan-Nya? Lewat firman ini, Tuhan ingin menghancurkan standar dunia.

Pemulihan dan kasih Tuhan tidak diberikan berdasarkan seberapa kuat "otot" prestasimu, melainkan murni 
karena belas kasihan-Nya yang bertindak sebagai seorang Bapa. 

Ini adalah suntikan semangat yang sangat segar! Mungkin hari ini kamu merasa tertinggal jauh dari teman-temanmu, punya banyak kelemahan, atau sedang berjalan tertatih karena luka batin masa lalu.

Kamu mungkin merasa terlalu berantakan untuk melayani dan tidak layak masuk hitungan Tuhan.

Hei, bangkitlah! Tuhan tidak menuntutmu menjadi "atlet rohani" yang sempurna untuk bisa melangkah bersama-Nya.

Di ayat 9 dikatakan bahwa Dia justru menuntun mereka yang rapuh dengan penuh kelembutan ke jalan yang rata. Jangan pernah merasa dirimu terlalu rusak. Teruslah melangkah bersama-Nya, karena la tidak akan membiarkanmu tersandung. Amin.

Sumber: KPPS GMIM

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.