SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Perekonomian Indonesia terus menunjukkan taji pada pertengahan tahun ini.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru per 5 Agustus 2026, ekonomi nasional pada Triwulan II-2026 tercatat tumbuh solid sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan nasional yang cemerlang ini disokong oleh dua mesin utama
Sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Konstruksi, serta Informasi dan Komunikasi menjadi motor penggerak seiring meningkatnya aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
Baca juga: Kuningan vs Muba: Duel Daerah Wisata dan Kaya Minyak, Mana Lebih Tangguh Mengisi Kas Daerah?
Konsumsi Rumah Tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan Konsumsi Pemerintah menjadi penyumbang terbesar.
Kehadiran momentum libur panjang dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), ditambah derasnya kucuran investasi pemerintah serta swasta, terbukti efektif memicu daya beli masyarakat.
Meski secara kawasan Pulau Sumatera tumbuh sebesar 5,06 persen sedikit di bawah rata-rata nasional yang didominasi Pulau Jawa, Bali-Nusa Tenggara, dan Sulawesi sejumlah provinsi di pulau perca ini berhasil mencatatkan kinerja ekonomi yang impresif.
Berikut adalah lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera pada Triwulan II-2026:
Sumatera Utara tampil sebagai juara bertahan sekaligus pendorong utama ekonomi kawasan.
Provinsi ini bertengger di posisi puncak dengan angka pertumbuhan mencapai 1,17 persen.
Tingginya perputaran barang dan kuatnya konsumsi domestik menjadikan Sumut sebagai motor penggerak terdepan di Sumatera.
Berada di peringkat kedua, Provinsi Riau mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,98 persen.
Geliat industri pengolahan berbasis komoditas unggulan dan ekspor yang tetap terjaga menjadi kunci kokohnya fondasi ekonomi di bumi Lancang Kuning ini.
Sumatera Selatan berhasil mengamankan posisi tiga besar. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 0,73 persen, Bumi Sriwijaya membuktikan efektivitas geliat pembangunan infrastruktur, aktivitas perdagangan, serta penguatan sektor konsumsi masyarakat di wilayah regional.
Pintu gerbang Pulau Sumatera, Lampung, menempati urutan keempat. Provinsi ini membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,57 persen pada Triwulan II-2026, ditopang oleh kelancaran arus logistik, sektor agribisnis, dan konektivitas jalur distribusi antar-pulau.
Menutup daftar lima besar, Kepulauan Riau mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 0,54 persen.
Sektor industri perakitan, jasa pelayaran, dan aktivitas perdagangan internasional di kawasan FTZ (Free Trade Zone) tetap menjadi tumpuan utama wilayah kepulauan ini.
Capaian lima provinsi ini menegaskan bahwa walau pertumbuhan Sumatera secara agregat masih dibayang-bayangi laju pesat pulau lainnya, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera tetap bergerak maju dan menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.