TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali melanjutkan pembahasan proyek Pengelolaan Sampah Berbasis Energi lListrik (PSEL) Tamalanrea.
Agenda tersebut menjadi salah satu prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan agenda resmi Pemkot Makassar yang disusun Bagian Protokol Sekretariat Daerah, Munafri menghadiri rapat koordinasi terkait pembangunan PSEL Tamalanrea pukul 07.30 Wita di Ruang Bilateral Lantai 2 Kantor Wali Kota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani.
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Kerja Sama, Camat Tamalanrea, serta Lurah Bira juga hadir.
Pembahasan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian koordinasi intensif yang dilakukan Pemkot Makassar bersama pemerintah pusat dalam dua hari terakhir.
Selain rapat PSEL, Wali Kota Makassar juga dijadwalkan menerima audiensi dari Vital Strategies terkait implementasi Peraturan Daerah Pengendalian Rokok pada pukul 08.30 Wita di Ruang Wali Kota.
Selanjutnya, pukul 09.00 Wita, Munafri menerima audiensi Konsulat Jenderal Australia dalam rangka silaturahmi yang membahas penguatan kerja sama.
Agenda Wali Kota berlanjut dengan menerima audiensi Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan pada pukul 09.30 Wita.
Kemudian audiensi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sulawesi Selatan terkait pelaksanaan Fun Walk PSMTI 2026 pada pukul 10.00 Wita.
Pada pukul 10.30 Wita, Munafri dijadwalkan menerima audiensi Karang Taruna Kota Makassar.
Sementara pada siang hari, tepat pukul 13.00 Wita, ia menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan tausiah Perumda Air Minum Kota Makassar yang berlangsung di Lapangan RTH PDAM Makassar Jl Ratulangi.
Menteri Minta Percepat PSEL
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Pemerintah Kota Makassar mempercepat penyelesaian proyek PSEL.
Instruksi itu disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Selasa lalu.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas skema investasi dan pendampingan agar proyek strategis itu segera memasuki tahap pelaksanaan.
Sehari berikutnya, Rabu (5/8/2026), Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat jug berkunjung ke Makassar.
Ia berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah di Sulsel, termasuk Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Hadir pula Bupati Maros Chaidir Syam, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Bupati Sinjai Ratnawati Arif.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin.
Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Jl Jenderal Sudirman.
Usai rapat tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Makassar Raya tidak akan melalui proses lelang (tender) ulang.
"Lelang ulang itu tidak ada. Yang dimaksud adalah proses pengakhiran sebagaimana di Perpres 109. Karena kita sudah ada pemenang sebelumnya, maka harus dilakukan penghentian kontrak terlebih dahulu," tegasnya
Saat ini pemerintah daerah hanya menyelesaikan tahapan administratif agar proyek dapat berlanjut sesuai regulasi terbaru.
Di sisi lain, Pemkot Makassar telah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Makassar berupa nota pendapat terkait pengakhiran kontrak dengan mitra sebelumnya.
Setelah kontrak lama dihentikan, pemerintah akan memberikan rekomendasi kepada PT Danantara.
Selanjutnya, badan tersebut akan melakukan due diligence atau audit terhadap pemenang sebelumnya.
"Kami sudah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Kota Makassar sekaitan dengan nota pendapat untuk pengakhiran kontrak," katanya.
Tahapan berikutnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan BPKP Sulawesi Selatan serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mempercepat penyelesaian proses tersebut. (*)