TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Puluhan atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga (cabor) menggelar aksi penyampaian aspirasi di pintu masuk menuju Stadion Utama Riau, Kamis (6/8/2026).
Mereka menuntut Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan pembayaran bonus bagi peraih prestasi pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara dan Peparnas XVII Solo 2024.
Massa aksi yang tergabung dalam Forum Atlet dan Pelatih PON serta Peparnas 2024 itu membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan agar bonus yang telah lama dijanjikan segera dicairkan.
Mereka menegaskan bonus tersebut merupakan hak atlet dan pelatih atas prestasi yang telah mengharumkan nama Provinsi Riau di tingkat nasional.
Aksi damai tersebut menjadi puncak kekecewaan atlet, pelatih, dan pengurus cabor setelah berbagai upaya yang ditempuh selama berbulan-bulan belum membuahkan hasil.
Sebelumnya, mereka telah melakukan audiensi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, menyampaikan aspirasi kepada DPRD Riau, hingga beberapa kali meminta kepastian kepada pemerintah daerah. Namun, seluruh langkah itu dinilai hanya menghasilkan janji tanpa kepastian waktu pencairan.
Persoalan bonus PON dan Peparnas 2024 telah berlarut-larut sejak tahun lalu. Hingga kini, para atlet menyebut baru sekitar 45 persen bonus yang diterima, sementara sisanya belum juga dibayarkan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan karena banyak atlet dan pelatih yang telah menunggu hak mereka selama hampir dua tahun.
Sebelumnya, pemerintah daerah sempat menyampaikan target pencairan bonus dilakukan pada Juli 2026. Namun hingga memasuki Agustus, realisasi tersebut belum juga terwujud.
Belakangan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Riau, Yurnalis, menyampaikan harapannya agar bonus dapat direalisasikan sebelum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada September 2026. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pencairannya.
Baca juga: Demo Pagi Ini di Gerbang Stadion Utama Riau, Ratusan Atlet Tuntut Bonus PON 2024
Para atlet berharap aksi yang dilakukan kali ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mereka meminta Pemprov Riau segera memenuhi komitmen untuk membayarkan sisa bonus sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan prestasi yang telah mereka persembahkan bagi daerah.
Bagi para atlet dan pelatih, bonus bukan sekadar penghargaan dalam bentuk materi, melainkan wujud apresiasi pemerintah terhadap dedikasi mereka membawa nama Riau berprestasi di ajang olahraga nasional
Aksi pembentangan spanduk sengaja dilakukan di gapura pintu masuk Stadion Utama Riau. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi akses utama keluar masuk kawasan olahraga, sehingga para atlet berharap pejabat Pemerintah Provinsi Riau maupun masyarakat yang melintas dapat melihat langsung tuntutan mereka.
Melalui aksi itu, mereka ingin menunjukkan bahwa hingga kini masih ada hak atlet dan pelatih peraih prestasi PON XXI Aceh-Sumatera Utara dan Peparnas XVII Solo 2024 yang belum dipenuhi pemerintah daerah.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)