Penyebab Sebenarnya Antrean BBM Mengular di SPBU, Pemkab Nunukan Buka Suara
Amiruddin August 06, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Simak kabar terbaru dari Pemkab Nunukan, yang buka suara dan mengungkap penyebab sebenarnya antrean BBM hingga mengular di SPBU.

Kelangkaan bahan bakar minyak ( BBM ) kembali terjadi di Kabupaten Nunukan. 

Antrean panjang kendaraan terlihat sejak Rabu (5/8/2025), memenuhi sejumlah ruas jalan, akibat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.

Kendaraan roda dua, mobil, truk, hingga angkutan kota tampak mengantre di sejumlah titik pengisian BBM.

 

Antrean kendaraan di SPBU Rapti Indah Nunukan di Jalan TVRI
ANTREAN BBM - Antrean kendaraan di SPBU Rapti Indah Nunukan di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kamis (6/8/2025) pagi.  Simak kabar terbaru dari Pemkab Nunukan, yang buka suara dan mengungkap penyebab sebenarnya antrean BBM hingga mengular di SPBU. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Baca juga: Harga BBM di Kaltara Rabu 5 Agustus 2026, Warga Nunukan Sulit Cari Pertalite dan Pertamax

Kondisi tersebut juga berdampak pada ketersediaan bensin eceran, yang banyak tidak ditemukan di tingkat masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Nunukan, Beny Patisadia, mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi intensif untuk mempercepat masuknya pasokan BBM.

“Alhamdulillah kemarin sekitar 300 ton sudah masuk, dan disalurkan ke beberapa SPBU yang ada,” kata Beny Patisadia, kepada TribunKaltara.com di Nunukan, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, keterlambatan distribusi bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan adanya kendala pada armada pengangkut BBM.

Salah satu kapal pengangkut, diketahui mengalami kendala administrasi, karena dokumen persyaratan kapal telah habis masa berlaku, dan harus diperpanjang.

“Informasi dari petugas lapangan, ada salah satu kapal pengangkut yang suratnya habis masa berlaku.

Jadi hanya satu kapal yang terkendala, karena dokumennya harus diperpanjang dan proses penebusan kuota BBM juga bertepatan dengan hari libur, sehingga distribusi harus menunggu aktivitas kerja akrif PT Pertamina kembali berjalan," tambah Beny Patisadia.

 

Beny Patisadia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026)
KELANGKAAN BBM - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Nunukan, Beny Patisadia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).  Simak kabar terbaru dari Pemkab Nunukan, yang buka suara dan mengungkap penyebab sebenarnya antrean BBM hingga mengular di SPBU. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Baca juga: Antrean BBM Mengular di SPBU Sejak Pagi, Sopir Angkot di Nunukan tak Bisa Beroperasi

300 Ton Pertalite Sudah Masuk

Beny Patisadia memastikan sekitar 300 ton Pertalite telah tiba di Nunukan, dan mulai disalurkan ke SPBU. 

Pasokan tersebut diharapkan mampu mengurai antrean panjang, sekaligus memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan dan nelayan.

Selain Pertalite, pemerintah juga memastikan bahwa distribusi selanjutnya akan kembali masuk.

Kapal pengangkut Pertamax dijadwalkan tiba untuk memperkuat stok BBM di Nunukan.

"Untuk pengiriman berikutnya, kami telah memperoleh  informasi dari PT. Cahaya Nunukan, sekaligus sebagai pemilik kapal angkut BBM  bahwa hari ini, Kamis (6/8/2026) 1 kapal khusus memuat pertamax, kemudian akan melakukan lagi penebusan kuota BBM dengan  alokasi sekitar 200 ton Pertalite, 50 ton Biosolar, dan 38 ton Pertamax akan tiba di Nunukan pada Minggu (9/8/2026)," katanya.

Kelangkaan BBM sempat memunculkan kekhawatiran adanya praktik penimbunan. 

Pemerintah memastikan pengawasan dilakukan bersama aparat penegak hukum.

Pemantauan dilakukan melalui grup khusus yang dibentuk oleh Kasat Tipidter Polres Nunukan.

Grup tersebut melibatkan aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta para pemilik SPBU.

Jika ditemukan laporan dugaan penyalahgunaan BBM dan bukti yang cukup, akan ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum.

Pemerintah Kabupaten Nunukan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Masyarakat diminta tetap tenang karena distribusi BBM mulai kembali berjalan normal.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.