Update Banjir Padang, BPBD: 231 Rumah Terendam, 4.218 Warga Terdampak di 8 Kecamatan
Rezi Azwar August 06, 2026 12:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Bencana banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada hari Senin (3/8/2026) kemarin berdampak luas terhadap masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 980 kepala keluarga (KK) atau 4.218 jiwa terdampak banjir yang tersebar di delapan kecamatan.

Selain itu, satu orang mengalami luka ringan dan sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan curah hujan dengan intensitas sangat tinggi menjadi penyebab utama meluapnya sejumlah sungai hingga menggenangi permukiman warga.

Baca juga: Diterjang Badai dan Ombak 3 Meter, Basarnas Padang Evakuasi KM Halim Wijaya ke Pelabuhan Bungus

"Curah hujan yang terjadi masuk kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir di banyak titik Kota Padang. Tim BPBD bersama seluruh unsur gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak," ujar Hendri Zulviton, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan laporan BPBD, hujan deras mulai mengguyur Kota Padang sejak 3 Agustus 2026. Curah hujan tercatat mencapai 285,6 milimeter, sementara laporan banjir pertama diterima dari kawasan Lubuk Minturun sekitar pukul 13.30 WIB.

Delapan Kecamatan Terdampak Banjir

BPBD mencatat banjir melanda delapan kecamatan, yakni Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, Lubuk Begalung, Padang Selatan, Bungus Teluk Kabung, Padang Barat, dan Padang Utara.

Sejumlah kelurahan yang terdampak antara lain Air Pacah, Dadok Tunggul Hitam, Lubuk Minturun, Bungo Pasang, Tabing Banda Gadang, Surau Gadang, Kampung Lapai, Kuranji, Gunung Sarik, Sungai Sapih, Pengambiran, Belakang Pondok, Batang Arau, Rawang hingga Bungus Barat.

Dari seluruh wilayah tersebut, Kecamatan Nanggalo, Kuranji dan Koto Tangah menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak paling banyak.

Baca juga: Cuaca Mentawai 6 Agustus 2026: Siang Berpotensi Hujan Ringan, Dini Hari Hujan Sedang hingga Lebat

Satu Warga Terluka, 60 Orang Mengungsi

Dalam kaji cepat BPBD, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat bencana di Kecamatan Kuranji.

Sementara itu, sebanyak 60 warga harus mengungsi di dua titik, yakni Lapau Munggu dan Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh warga yang membutuhkan pertolongan langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih aman," kata Hendri Zulviton.

Selain korban terdampak, banjir juga menggenangi sedikitnya 231 rumah yang tersebar di Kecamatan Kuranji, Padang Barat dan Padang Selatan. BPBD juga mencatat satu unit rumah mengalami kerusakan ringan di Kecamatan Kuranji. 

Baca juga: Cuaca Padang Kamis 6 Agustus 2026: Pagi Cerah Berawan dan Siang Cerah

Tim Gabungan Evakuasi 250 Warga

BPBD Kota Padang bersama Basarnas, TNI, Polri, relawan dan unsur pemerintah daerah mengerahkan personel untuk membantu masyarakat.

Sebanyak 250 warga berhasil dievakuasi dari kawasan yang terendam banjir. Selain evakuasi, petugas juga melakukan asesmen kerusakan, membuka akses menuju lokasi terdampak serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Hendri Zulviton mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.

"Seluruh personel tetap bersiaga karena kami masih mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan apabila curah hujan kembali meningkat," ujarnya.

Ribuan Bantuan Logistik Disalurkan

Selama masa tanggap darurat, BPBD bersama sejumlah instansi telah menyalurkan bantuan berupa ribuan nasi bungkus, air mineral, selimut, family kit, perlengkapan bayi, pakaian, kasur hingga kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat di berbagai wilayah terdampak.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, Padang Selatan, Padang Barat, Lubuk Begalung, Dadok Tunggul Hitam serta beberapa lokasi lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca juga: Banjir Padang Dipicu Bottleneck Drainase, Pengamat Minta Pemko Fokus Perbesar Saluran

BPBD Akui Masih Hadapi Sejumlah Kendala

Di balik proses penanganan bencana, BPBD mengakui masih menghadapi sejumlah kendala.

Mulai dari keterbatasan personel, peralatan dan logistik, hingga luasnya wilayah terdampak yang menyebabkan proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama.

Karena itu, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan darurat, seperti tambahan personel SAR, perahu penyelamat, obat-obatan, tenda pengungsian, makanan siap saji, air bersih hingga perlengkapan untuk bayi, lansia dan ibu hamil.

Baca juga: Longsor Padang Pariaman Putus Akses Jalan, Pemkab Buka Trase Baru untuk Pulihkan Transportasi

Warga Diminta Tetap Waspada

Hendri Zulviton mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi bencana susulan masih ada.

Dalam laporan BPBD disebutkan, selain banjir, Kota Padang masih berpotensi mengalami banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir, bantaran sungai maupun kawasan perbukitan agar terus memantau informasi cuaca dan segera melapor apabila terjadi kondisi yang membahayakan. BPBD bersama seluruh unsur tetap bersiaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Hendri Zulviton.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.