Haris Sanjaya: Infrastruktur Tani Kunci Tekan Biaya Produksi Jabar
Siti Fatimah August 06, 2026 12:45 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Sanjaya, menegaskan bahwa sektor pertanian di Jawa Barat membutuhkan intervensi infrastruktur yang masif dan terintegrasi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung mulai dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama untuk menekan tingginya biaya produksi dan distribusi yang selama ini membebani para petani.

"Penguatan infrastruktur ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing produk lokal sekaligus menjaga ketahanan pangan di Jawa Barat," kata Haris.

Menurut Haris, dukungan teknologi juga untuk mendukung para petani dari sisi prosesn produksi.

Pihaknya melihat peningkatan kesejahteraan petani dan peternak harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

Karena  sektor pertanian dan peternakan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) XV yang meliputi Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.

Haris Sanjaya merupakan anggota Komisi II DPRD Jawa Barat yang membidangi perekonomian, termasuk pertanian, peternakan, ketahanan pangan, koperasi, dan UMKM. 

Haris mengatakan, kesejahteraan petani dan peternak tidak cukup hanya ditingkatkan melalui bantuan sesaat.

Menurutnya, diperlukan kebijakan yang benar-benar berpihak mulai dari kemudahan memperoleh sarana produksi, akses permodalan, jaminan pemasaran hasil panen, hingga stabilitas harga komoditas.

"Petani dan peternak adalah ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah harus memastikan mereka memperoleh keuntungan yang layak dari hasil usahanya, bukan justru terbebani oleh tingginya biaya produksi maupun fluktuasi harga," ujarnya.

Ia menilai, pemerintah daerah bersama DPRD perlu terus memperkuat sinergi dalam menyusun program yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan para pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan.

Selain itu, Haris mendorong optimalisasi penyuluhan pertanian dan peternakan berbasis teknologi agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas produksi.

"Inovasi menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan perubahan iklim, serangan hama, hingga persaingan pasar yang semakin ketat," Katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.