Krisis Air Bersih, Pemkab Lamongan Siapkan Pipa SPAM ke Kecamatan Sarirejo
Titis Jati Permata August 06, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang rutin melanda Kecamatan Sarirejo saat musim kemarau.

Salah satu opsi yang kini dikaji adalah memperluas jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari sumber Sungai Brantas melalui instalasi Mojokerto-Lamongan-Gresik (Mojolagres).

Meski demikian, rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena masih membutuhkan kajian teknis dan perhitungan investasi yang cukup besar.

Jaringan Pipa Masih Dalam Tahap Kajian

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran dan kelayakan pembangunan jaringan perpipaan menuju Kecamatan Sarirejo.

Baca juga: Panen Raya Kedua, Harga Gabah Lamongan Melonjak hingga Rp 8.400/Kg

Menurutnya, proyek tersebut harus dipersiapkan secara matang agar benar-benar mampu menjadi solusi permanen bagi masyarakat yang setiap tahun terdampak kekeringan.

"Perluasan jaringan perpipaan menuju Sarirejo masih dalam tahap kajian karena membutuhkan investasi yang cukup besar. Saat ini kami masih menghitung seluruh kebutuhannya," ujar Yuhronur Efendi saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Kamis (6/8/2026).

Dropping Air Bersih Tetap Dilanjutkan

Sembari menunggu hasil kajian, Pemkab Lamongan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap dipenuhi melalui distribusi menggunakan mobil tangki.

Yuhronur menegaskan pelayanan darurat tersebut akan terus dilakukan selama masih ada wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Untuk sementara kami terus memenuhi kebutuhan masyarakat melalui dropping air bersih. Sementara rencana pembangunan jaringan perpipaan masih dalam proses perhitungan investasi," katanya.

Penyaluran Air Berdasarkan Permintaan Desa

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Mohammad Nalikan, menjelaskan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa yang mengalami kekeringan.

Setelah surat diterima, BPBD akan melakukan verifikasi untuk menentukan jumlah pasokan air serta frekuensi pengiriman sesuai kebutuhan warga.

"Dropping air dilakukan berdasarkan surat permintaan dari pemerintah desa. Setelah diverifikasi, kami menyesuaikan volume dan jadwal distribusi sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Nalikan.

Waduk Akan Dinormalisasi

Selain penanganan darurat, Pemkab Lamongan juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui normalisasi waduk di Dusun Walongkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo.

Waduk seluas sekitar satu hektare itu selama ini menjadi sumber air utama masyarakat ketika musim kemarau.

Yuhronur mengatakan survei lapangan akan segera dilakukan sebelum pengerukan dimulai.

Program tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun tertunda karena volume air waduk masih tinggi akibat curah hujan.

"Kami akan segera melakukan survei. Waduk ini menjadi sumber air utama masyarakat saat kemarau. Setelah dinormalisasi, kami juga akan memperbaiki bangunan pelimpah atau weslik agar pemanfaatan air menjadi lebih optimal," ujarnya.

Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Pemkab Lamongan berharap normalisasi waduk mampu meningkatkan kapasitas tampung air sehingga cadangan air dapat bertahan lebih lama pada musim kemarau.

Di sisi lain, pengembangan jaringan SPAM dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.

Dengan mengombinasikan penanganan darurat dan pembangunan infrastruktur sumber daya air, pemerintah daerah berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan serta mengurangi dampak kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.