TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Senyum ramah memancar dari wajah seorang perempuan yang tampak sibuk menyiapkan cup plastik berisikan minuman kekinian.
Tangannya begitu lihai meracik bubuk berwarna hijau yang dituangkan kedalam sebuah cup.
Perempuan tersebut bernama Asni Chandra, seorang pensiunan pegawai korporat yang kini merintis usaha penjualan bubuk matcha bernama SoulCha.
Pada event Government Procurement Forum & Expo (GPFE )2026 yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, dirinya berkolaborasi dengan Donati Furniture.
Asni memberikan segelas matcha secara cuma-cuma kepada para pengunjung yang hadir di JEC.
“Jadi kami coba membawa matcha dari SoulCha, sehingga masyarakat Jogja bisa mencoba menikmatinya. Senang sekali mereka suka, kami targetkan 1000 cup untuk tiga hari nanti,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Sebagai pensiunan pegawai korporat, Asni mengaku banyak memiliki waktu luang.
Dia pun mencoba-coba untuk meracik matcha disela-sela waktu bersantainya.
Suatu ketika seorang teman datang lalu mencicipi racikan matcha yang dikreasikan dengan aneka buah, respons nya di luar perkiraan.
“Pas temen ke rumah saya buatkan matcha, ternyata katanya enak. Jadi awalnya iseng-iseng saja,” ungkapnya.
Baca juga: Pekerja di DIY Kena PHK, Disnakertrans Akui Angka di Lapangan Bisa Lebih Besar
Dari situlah Asni menerima ajakan temannya untuk kolaborasi dengan produsen furnitur diacara GPFE 2026 di JEC.
Terhitung sudah satu setengah tahun lamanya Asni merintis SoulCha dengan penjualan rata-rata 20 hingga 30 Kilogram bubuk matcha.
Meski terbilang masih seumur jagung, namun kepiawaiannya dalam meracik matcha tidak diragukan lagi.
“Biar ada perbedaan dengan lainnya, kami ada lima varian, ada manggo, orange dan lainnya. Kami mendorong ibu-ibu yang butuh income Rp5 juta sebulan dengan jualan matcha bisa banget,”ungkapnya.
Asni mengatakan keterlibatan SoulCha dalam GPFE 2026 menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas ruang hadirnya produk matcha di luar kafe dan kedai minuman.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu milestone bagi SoulCha. Kami ingin menunjukkan bahwa matcha dapat hadir secara relevan dalam berbagai kegiatan, termasuk pameran, hospitality, kegiatan korporasi, dan brand activation. Bagi SoulCha, kolaborasi bersama Donati juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan pengalaman menikmati matcha dalam suasana yang berbeda,” ujar Asni Chandra.
Kehadiran SoulCha dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan semakin luasnya penggunaan matcha dalam berbagai kebutuhan bisnis.
Matcha tidak lagi hanya dikenal sebagai menu yang tersedia di kafe atau restoran, tetapi mulai digunakan sebagai bagian dari pelayanan kepada tamu, kegiatan perusahaan, pameran, dan program kolaborasi antarmerek.
Bagi SoulCha, kolaborasi bersama Donati juga menjadi sarana untuk memperkenalkan ekosistem matcha kepada kelompok pengunjung yang lebih beragam.
Pengunjung GPFE 2026 dapat mengenal matcha melalui pengalaman langsung, tanpa menjadikan kegiatan tersebut sekadar aktivitas promosi produk.
Sementara itu, Direktur Donati, Fifie, menilai kehadiran SoulCha memberikan dimensi baru dalam pengalaman yang dihadirkan Donati selama pameran.
“Kami melihat kolaborasi dengan SoulCha dapat menghadirkan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan di booth Donati. Furnitur berkaitan dengan ruang dan kenyamanan, sedangkan SoulCha menghadirkan sajian yang dapat dinikmati pengunjung ketika berada di ruang tersebut. Perpaduan ini menjadi cara kami membangun interaksi yang lebih dekat dengan pengunjung,” kata Fifie. (hda)