TRIBUNNEWS.COM - Transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya ditandai dengan pembangunan infrastruktur modern, transportasi publik yang semakin terintegrasi, maupun layanan pemerintahan berbasis digital.
Di balik berbagai pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga terus memperkuat investasi pada sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat memiliki kualitas, kompetensi, dan daya saing yang mampu mengimbangi perkembangan kota.
Komitmen tersebut sejalan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta yang mencapai 85,05 pada 2025, tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Hal ini mencerminkan kualitas hidup masyarakat Jakarta yang terus meningkat, ditopang oleh tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup yang layak.
Untuk menjaga kualitas pembangunan manusia tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program yang menyentuh aspek-aspek pembentuk IPM.
Selain meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi masyarakat agar memiliki kesempatan yang lebih besar memperoleh penghidupan yang layak.
Baca juga: Pemprov DKI Wacanakan Pajak Tinggi ke Mobil Listrik, Gaikindo Tunggu Rincian Skemanya
Di sisi lain, pembentukan karakter dan kapasitas generasi muda juga menjadi perhatian sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM.
Berangkat dari komitmen tersebut, Pemprov DKI Jakarta menghadirkan berbagai program yang tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja masyarakat, tetapi juga menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi, dan berkolaborasi.
Salah satu strategi yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta adalah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja berbasis kompetensi melalui Mobile Training Unit (MTU). Program yang dikelola Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta ini dirancang untuk mendekatkan layanan pelatihan kepada masyarakat.
Berbeda dengan pelatihan konvensional yang mengharuskan peserta datang ke lokasi tertentu, MTU menghadirkan pelatihan langsung ke lingkungan warga menggunakan kendaraan khusus yang telah dilengkapi berbagai fasilitas praktik.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan keterampilan tanpa terkendala jarak maupun biaya transportasi.
Pelaksanaan MTU didukung oleh lima Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Kelima PPKD tersebut merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Disnakertransgi DKI Jakarta yang menyelenggarakan berbagai pelatihan vokasi sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Pilihan pelatihannya pun beragam, mulai dari operator komputer, desain grafis, tata boga, tata busana, tata rias, teknik pendingin (AC), teknik sepeda motor, pengelasan listrik, hingga bahasa Inggris. Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan jenis pelatihan yang mengikuti kebutuhan industri kreatif dan ekonomi digital, seperti barista, teknisi komputer, desainer, hingga content creator.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan kerja merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun pembangunan Jakarta.
“Saya yakin kalau ini bisa terus diadakan pasti ini akan membawa kebaikan bagi Jakarta,” ujar Pramono saat meninjau pelaksanaan pelatihan MTU di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat.
Menurutnya, keberadaan MTU menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Ini memang betul-betul program yang dibutuhkan di lapangan. Kenapa ini menjadi salah satu prioritas saya dalam 100 hari, pertama supaya ini bisa memberikan manfaat bagi warga yang selama ini belum beruntung belum bekerja,” kata Pramono.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu membuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus mendorong masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
Komitmen memperluas akses pelatihan juga terus diwujudkan di berbagai wilayah Jakarta. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan MTU Angkatan III Tahun 2026 yang digelar Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur mulai 20 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Angkatan ini terdiri dari 130 peserta yang mengikuti 13 program pelatihan berbasis kompetensi, dengan masing-masing kelas diikuti oleh 10 peserta. Tujuh program telah lebih dahulu berjalan, yakni Program Dasar Penjahitan Busana dan Desainer Grafis Muda di Kelurahan Ceger, Pembuatan Makanan dan Minuman serta Asisten Teknisi Refrigerasi Residential di Kelurahan Cipinang Muara, Merias Wajah dan Penataan Rambut di Kelurahan Pisangan Baru, Junior Office Administration di Kelurahan Cakung Barat, serta Bahasa Inggris untuk Tenaga Administrasi Profesional di Kecamatan Cipayung.
Sementara itu, enam program lainnya resmi dimulai pada 20 Juli 2026, yakni Barista Dasar dan Video Editor di Kecamatan Pasar Rebo, Administrasi Perkantoran Dasar serta Teknik Sepeda Motor di Kelurahan Setu, serta Pembuatan Roti dan Pastri dan Digital Marketing di UPRS VI. Keenam program tersebut berlangsung selama 20 hari, mulai 20 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha. Dengan bekal tersebut, lulusan pelatihan diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Baca juga: Cegah Kebakaran, Pemprov DKI Masifkan Program 1 RT 1 APAR
Selain meningkatkan kompetensi masyarakat usia produktif, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat pembangunan SDM melalui pembentukan karakter generasi muda.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktivasi kembali Balai Rakyat di berbagai wilayah Jakarta agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan yang produktif bagi masyarakat, khususnya remaja.
Menurut Pramono, Balai Rakyat perlu dihidupkan kembali sehingga tidak hanya menjadi fasilitas publik, tetapi juga menjadi wadah yang mampu melahirkan berbagai kegiatan positif bagi generasi muda.
Ia juga meminta seluruh Balai Rakyat di Jakarta dioptimalkan pemanfaatannya dengan melibatkan Karang Taruna sebagai penggerak kegiatan.
“Saya minta untuk segera diaktivasi secara baik melibatkan karang taruna, nanti PPSU-nya juga diperbantukan,” ucapnya.
Pramono mengungkapkan ruang publik seperti Balai Rakyat harus mampu menjadi tempat tumbuhnya kreativitas, kolaborasi, sekaligus pengembangan kapasitas generasi muda.
Karena itu, ia mendorong agar anggota Karang Taruna mendapatkan pelatihan sebagai penyelenggara kegiatan atau event organizer, sehingga mampu mengelola berbagai aktivitas seni, budaya, olahraga, hingga kegiatan sosial secara mandiri.
“Saya melihat karang taruna harusnya bisa dilibatkan. Dilatih supaya mereka juga terbuka pandangannya, terbuka wawasannya,” kata Pramono.
Melalui aktivasi Balai Rakyat, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak remaja memiliki ruang untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan sosial sehingga terhindar dari berbagai kegiatan negatif sekaligus tumbuh menjadi generasi yang kreatif dan berdaya saing.
Baca juga: Dukung Tumbuh Kembang Anak, Pemprov DKI Hadirkan Layanan Terintegrasi Sejak Usia Dini