Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) membuka peluang membawa lebih banyak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO).
Langkah ini menjadi bagian dari roadmap transformasi BUMN dalam lima tahun ke depan sekaligus diharapkan memperkuat pasar modal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan sejumlah perusahaan BUMN memiliki fundamental bisnis yang kuat dan kapitalisasi pasar yang menarik sehingga layak dipertimbangkan untuk melakukan IPO.
Beberapa nama yang disebut antara lain PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), hingga PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
"Banyak perusahaan-perusahaan kita (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” ujar Dony dikutip dari Antara, Kamis (6/8/2026).
Menurut Dony, rencana IPO tersebut telah menjadi bagian dari peta jalan transformasi BUMN yang saat ini tengah disusun bersama pemerintah.

Dony menjelaskan, roadmap transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada IPO. Danantara juga akan menentukan perusahaan mana yang akan mencari strategic partnership, tetap menjadi perusahaan tertutup, atau disiapkan menjadi target pertumbuhan yang lebih tinggi.
“Jadi mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara ya. Kemudian yang terakhir nanti baru kita menjadikan itu potential target yang lebih tinggi lagi,” ujar Dony.
Ia memaparkan, roadmap tersebut akan dimulai dengan penyusunan visi dan misi serta konsolidasi dan restrukturisasi BUMN pada tahun pertama. Tahun kedua difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia dan budaya perusahaan, dilanjutkan dengan penguatan inovasi teknologi serta pemanfaatan artificial intelligence (AI) pada tahun ketiga.
Selanjutnya, Danantara akan mengoptimalkan value creation pada tahun keempat dan mengejar pertumbuhan laba pada tahun kelima.
Menurut Dony, semakin banyak BUMN yang melaksanakan IPO akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia melalui bertambahnya perusahaan berkualitas yang tercatat di BEI.
“Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya, di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus yang akan segera IPO,” ujar Dony.