BOLASPORT.COM - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares memuji kualitas permainan Persib Bandung jelang bersua di final Piala Presiden 2026.
Persebaya lolos ke final usai mengalahkan rival beratnya dari Jawa Timur, Arema FC dengan skor 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8/2026) pada babak semifinal Piala Presiden 2026.
Persebaya akan menantang Persib yang sebelumnya mengalahkan Persija dengan skor 2-1 di stadion yang sama.
Persebaya kini tengah mengejar gelar perdananya di ajang Piala Presiden.
Prestasi terbaik tim berjuluk Bajul Ijo tersebut adalah finalis pada edisi 2019.
Saat itu, Persebaya kalah agregat 4-2 dari Arema FC dalam final yang digelar dengan sistem kandang dan tandang.
Bernardo Tavares mengaku bahwa ujian mereka di final tahun ini akan sangat berat.
Pasalnya, Persib datang sebagai juara Super League tiga musim beruntun.
Bernardo Tavares juga memuji skuad Persib yang sangat dalam.
Sang pelatih berujar bahwa Persib bisa membuat tiga skuad yang sama bagusnya.
Sementara timnya saat ini masih ramping soal kedalaman skuad.
"Persib adalah juara tiga kali di Super League," ujar Bojan Hodak.
"Jika kita melihat data di Transfermarkt, kedalaman skuad Persib bahkan cukup untuk membentuk tiga tim sekaligus."
"Persaingan di dalam tim mereka pasti sangat ketat."
"Situasi seperti itu tidak kami miliki saat ini; skuad kami sekarang tergolong ramping."
"Irianto adalah contoh yang tepat; dia menjalani operasi pada tangannya musim lalu dan kini mulai bermain kembali secara bertahap," imbuhnya.
Dirinya mengaku bahwa Persib layak diunggulkan.
Persib disebut punya waktu istirahat lebih banyak dari Persebaya.
Selain itu, final Persib vs Persebaya disebut Bernardo Tavares sebagai pertarungan David dan Goliath.
"Jika bicara soal lawan, mereka adalah tim yang lebih diunggulkan," ujar Tavares.
"Mereka bermain lebih awal dari kami, memiliki waktu istirahat lebih banyak, serta punya lebih banyak pemain untuk rotasi."
"Namun, kami akan tetap bermain dengan 11 pemain dan berusaha memberikan yang terbaik."
"Hari ini, saya yakin para pemain—dan khususnya suporter kami—merasa senang karena kami menang."
"Tetapi pertandingan tadi sangat berat bagi tim kami karena kondisi fisik pemain yang kelelahan."
"Mereka bukanlah mesin. Kami harus tampil sangat baik dalam pertandingan berikutnya agar punya peluang melawan Persib, karena laga ini ibarat pertarungan antara Daud melawan Goliath."
"Kami harus bersikap rendah hati untuk mengakui hal itu," tutupnya.