Jenazah Siswa SD Diangkut Naik Motor karena Jalan Rusak 3 Km, Keluarga Tak Mau Ribet Urus Ambulans
Ani Susanti August 06, 2026 03:33 PM

TRIBUNJATIM.COM - Sebuah video yang memperlihatkan jenazah seorang siswa SD diangkut menggunakan sepeda motor di Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial.

Peristiwa itu memicu perhatian publik karena jenazah terpaksa dibawa dengan kendaraan roda dua akibat akses jalan menuju rumah duka tidak dapat dilalui mobil.

Belakangan diketahui, bocah tersebut adalah Muhammad Haetami, siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang meninggal dunia setelah menjalani pengobatan pada Senin (3/8/2026).

Jenazahnya dibawa menuju Kampung Cibuluhuen, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan menuju permukiman rusak parah.

Baca juga: Tiada Mobil Ambulans Siaga Desa, Mbah Doso Kesakitan Dievakuasi Naik Bambu & Diangkut Truk

Tetangga korban, Mugni, menjelaskan, kendaraan roda empat hanya bisa mengantar jenazah hingga titik terakhir yang masih dapat dilalui.

Dari lokasi tersebut, perjalanan menuju rumah duka masih harus ditempuh sekitar tiga kilometer melalui jalan yang rusak.

"Itu dibawa dari titik terakhir yang bisa dilalui kendaraan, jenazah masih harus dibawa sekitar tiga kilometer. Jalannya memang rusak sehingga mobil sulit masuk," ujar Mugni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).

Korban Sempat Dirawat usai Jatuh dari Pohon

Mugni mengatakan, sebelum meninggal dunia, Muhammad Haetami sempat menjalani pengobatan setelah mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari pohon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga mengalami patah atau pergeseran tulang pada bagian tangan sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ia juga menjelaskan, sejak awal keluarga memilih menggunakan sepeda motor pribadi untuk membawa korban berobat dan tidak mengajukan permohonan ambulans desa.

"Alasan keluarga sederhana, mereka tidak ingin ribet. Menurut mereka, kalau mengurus ambulans prosesnya lama dan belum tentu cepat ditangani," katanya.

Menurut Mugni, kerusakan jalan di kampung tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi kendala bagi aktivitas warga, termasuk saat membutuhkan akses menuju layanan kesehatan.

"Yang kami soroti bukan motor atau mobilnya. Tapi bagaimana fasilitas kesehatan, akses jalan, dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik. Kami berharap ini menjadi evaluasi bagi pemerintah," kata Mugni.

DPUPR: Jalan yang Viral Merupakan Jalan Desa

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni, menyatakan ruas jalan yang tampak dalam video berstatus sebagai jalan desa atau jalan lingkungan, bukan jalan kabupaten.

"Untuk ruas jalan kabupaten di Kecamatan Sindangresmi sudah tuntas ditangani. Kalau jalan yang viral itu merupakan jalan desa atau jalan lingkungan. Saya akan tugaskan Bidang Bina Marga bersama UPT Jalan untuk mengecek langsung ke lokasi," kata Roni saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi ruas jalan tersebut.

Hasil pengecekan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.

"Nanti saya perintahkan Kabid Bina Marga melakukan survei ke lokasi. Hasilnya akan menjadi prioritas untuk kami usulkan penanganannya pada 2027," kata dia.

Jika ditujukan untuk media online, susunan ini membuat pembuka lebih kuat karena langsung menonjolkan unsur viral, lalu mengalir ke identitas korban, penyebab jenazah diangkut dengan sepeda motor, dan respons pemerintah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.