SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan melibatkan seniman landskap dan juga petani bunga lokal untuk penataan taman kota.
Pasalnya, selama ini penataan taman kota dikerjakan oleh kontraktor yang pekerjanya bukan berasal dari Kota Batu, sedangkan tenaga kreatif di bidang lanskap asal Kota Batu justru lebih sering mengerjakan proyek di luar Batu.
Untuk itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan Pemkot Batu akan menyiapkan langkah pengerjaan penataan taman kota melibatkan seniman dan petani bunga lokal.
Hal ini dilakukan agar peluang ekonomi petani bunga dan jasa landskap Batu lebih terbuka serta terlibat langsung dalam proyek pemerintah untuk memperindah kota.
Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Kepala UPT Pasar Batu Agus Suyadi Kembali Diperiksa Kasus Pasar Among Tani
“Persoalannya bukan karena pemerintah tidak ingin melibatkan mereka, tetapi aturan pengadaan masih mengharuskan penyedia berbentuk badan usaha resmi" kata Heli Suyanto, Kamis (6/8/2026).
"Banyak seniman lanskap maupun petani bunga bekerja secara mandiri sehingga belum bisa masuk dalam mekanisme tersebut,” imbuhnya.
Untuk itu Pemkot Batu kini tengah menyusun skema regulasi yang di mana pelaku usaha independen dapat ikut berpartisipasi dalam proyek penataan taman pemerintah tanpa terkendala persyaratan administrasi.
“Jika regulasi tersebut telah rampung, kawasan pintu masuk dan perbatasan Kota Batu akan menjadi lokasi pertama yang diprioritaskan dalam penataan,” jelasnya.
Heli menambahkan, selain membuka peluang ekonomi bagi para seniman landskap dan petabi bunga lokal, ia juga meyakini pekerjaan warga lokal Batu akan dapat lebih tahu karakter taman yang cocok dan indah untuk kotanya.
Baca juga: Wisata Bromo Ditutup Usai Kebakaran Capai 70 Hektare, Helikopter dan Drone Pembawa Air Diterjunkan
“Targetnya orang yang datang ke Kota Batu langsung merasakan identitas sebagai kota bunga melalui desain taman dan lanskap yang ditampilkan" ungkapnya.
"Dengan demikian hasil hortikultura Kota Batu tidak hanya dipasarkan ke luar daerah, tapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota bunga,” imbuh Heli.
Gagasan melibatkan seniman lanskap dan petani bunga lokal ini lanjut Heli, sebenarnya telah dibahas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sejak dirinya masih menjadi anggota DPRD Kota Batu.
Akan tetapi hingga kini implementasinya belum dapat direalisasikan.
Sementara itu Kepala Dinas LH Kota Batu Dian Fachroni, menyatakan DLH sebelumnya telah menyelesaikan kajian mengenai taman tematik pada 2025 yang mengedepankan potensi dan karakter lokal Kota Batu.
Terkait arahan dari Wakil Wali Kota, pihaknya akan mengimplementasikan rekomendasi tersebut melalui kebijakan teknis, terutama dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa.
Baca juga: Batal Berkantor di Kanjuruhan Usai Plafon Ambrol, Ketua KONI Malang: Jangan Tambah Cerita Luka
“Pada prinsipnya DLH sudah memiliki kajian yang melibatkan substansi lokal, khususnya dalam konsep taman tematik yang telah diselesaikan pada 2025" terang Dian.
"Ke depan harapan kami para ahli pertamanan dan pelaku lanskap lokal tidak hanya menyampaikan saran, tetapi juga bisa ikut terlibat langsung dalam tata kelola ruang terbuka hijau,” pungkasnya.