TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Program cetak sawah seluas 868 hektare di Sulawesi Barat ditargetkan mampu menghasilkan produksi padi hingga 10 ton per hektare.
Target tersebut sejalan dengan program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui perluasan areal persawahan di sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Barat.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, Rustan Massinai, mengatakan target produktivitas tersebut merupakan arahan langsung Menteri Pertanian.
Baca juga: Bupati Mamuju Sutinah Galau, Pemda Diminta Tingkatkan PAD Tapi PBB Tak Boleh Dinaikkan
Baca juga: Damkar Polman Tangani 11 Karhutla Sepanjang 2026, Warga Diimbau Waspadai Musim Kemarau
"Target Pak Menteri tidak sedikit, yakni 10 ton per hektare," kata Rustan saat diwawancarai usai rapat di Hotel Grand Maleo, Mamuju, Kamis (6/8/2026).
Menurut Rustan, pemerintah tidak hanya membuka lahan sawah baru, tetapi juga menyiapkan berbagai kebutuhan petani agar target produksi tersebut dapat tercapai.
Mulai dari benih, pupuk, pestisida, hingga pendampingan penyuluh pertanian telah disiapkan dalam satu paket program.
Program cetak sawah di Sulawesi Barat tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mamasa dengan alokasi sekitar 600 hektare, Kabupaten Mamuju sekitar 140 hektare, dan Kabupaten Polewali Mandar sekitar 70 hektare.
Rustan menjelaskan, lahan yang masuk dalam program tersebut merupakan lahan milik masyarakat yang telah melalui tahapan Survey Investigation Design (SID).
Selain itu, seluruh lokasi dipastikan berada di luar kawasan hutan lindung, lahan sengketa, maupun lahan hak guna usaha (HGU).
Ia optimistis target produksi 10 ton per hektare dapat tercapai karena pemerintah akan memberikan pendampingan kepada petani mulai dari proses penanaman hingga panen.
Pengerjaan program cetak sawah ditargetkan rampung pada November 2026 dengan masa pelaksanaan sekitar tiga bulan.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati