SURYA.co.id, JOMBANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bengkel piala Cahya Setya Trophy di Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, kebanjiran pesanan.
Lonjakan permintaan membuat kapasitas produksi ditingkatkan hingga mampu menghasilkan 3.000–5.000 piala setiap hari.
Di dalam bengkel, suara mesin pemotong logam berpadu dengan aktivitas para pekerja yang sibuk merakit kaki piala, memasang ornamen, hingga memoles bagian atas agar mengilap sebelum dikirim ke berbagai daerah.
Manajer Operasional Cahya Setya Trophy, Rio Febrian, mengatakan Agustus selalu menjadi periode paling sibuk karena meningkatnya kebutuhan piala untuk berbagai perlombaan HUT Kemerdekaan.
"Alhamdulillah, tahun ini pesanan mulai meningkat sejak awal Agustus. Dibandingkan bulan sebelumnya, jumlahnya naik sekitar dua kali lipat," ujarnya kepada SURYA,co.id, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Hidden Gem Jombang, Ngopi Murah Sambil Menikmati Sunset di Persawahan
Pada hari biasa, bengkel tersebut menerima pesanan sekitar 500 hingga 1.000 piala per hari.
Namun saat musim Agustusan, jumlahnya melonjak menjadi 1.500 hingga 2.500 unit.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, kapasitas produksi pun ditambah sehingga mampu menghasilkan sekitar 3.000 sampai 5.000 piala setiap hari.
Menurut Rio, mayoritas pesanan berasal dari panitia lomba tingkat RT, RW, hingga kelurahan yang membutuhkan piala berukuran kecil sebagai hadiah berbagai perlombaan khas Hari Kemerdekaan.
Mulai dari balap karung, tarik tambang, panjat pinang, hingga turnamen bola voli menjadi penyumbang terbesar permintaan.
"Yang paling banyak dicari memang piala ukuran kecil dan piala marmer. Biasanya digunakan untuk lomba-lomba Agustusan di lingkungan warga," katanya.
Sementara itu, piala berukuran besar dengan desain lebih mewah biasanya dipesan untuk kompetisi tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Bengkel ini bahkan memproduksi piala jumbo setinggi sekitar dua meter dengan harga mencapai Rp1,5 juta per unit.
Tak hanya memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, Cahya Setya Trophy juga melayani pesanan dari berbagai wilayah Indonesia.
Rio menyebut hasil produksi bengkel tersebut pernah dikirim hingga Aceh di ujung barat dan Papua di ujung timur Indonesia.
Selain piala, menjelang HUT RI permintaan terhadap berbagai aksesori penghargaan seperti pin dan bros bertema kemerdekaan juga mengalami peningkatan.
Bagi Rio, Agustus bukan hanya menjadi musim panen pesanan, tetapi juga momen ketika setiap piala yang dirakit memiliki makna lebih dari sekadar hadiah.
Di balik proses produksi yang berlangsung sejak pagi hingga malam, tersimpan harapan agar setiap piala menjadi simbol semangat kompetisi, kerja keras, dan kebanggaan bagi para juara.
Dari sebuah bengkel sederhana di Jombang, ribuan piala itu kemudian dikirim ke berbagai penjuru Indonesia untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.