Update Terbaru Kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Soputan Mitra, Masih Ada Asap Mengepul
Isvara Savitri August 06, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menggunakan helikopter Polisi P-3002.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan kebakaran sekaligus mengecek kondisi terkini di lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang masih aktif dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Berikut beberapa update terbaru terkait pemantauan kebakaran tersebut:

Tim yang Terlibat

Pemantauan dipimpin oleh Kepala Biro Operasi Polda Sulut, Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli.

Turut serta dalam penerbangan itu Direktur Polairud Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol Mohamad Zamroni, serta Komandan Satuan Brimob Polda Sulut Kombes Pol Robby M Samban.

Helikopter P-3002 diberangkatkan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan Kompol M Nur sebagai pilot.

Tim penerbangan juga diperkuat oleh Ipda Surya selaku co-pilot, Aiptu Mivi sebagai mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami yang bertugas sebagai Flight Operation Officer (FOO).

Beberapa Titik Masih Berasap

Selama penyisiran udara, petugas masih menemukan beberapa titik yang mengeluarkan asap di lereng Gunung Soputan.

Meski demikian, sebagian besar kawasan yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan berkat kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan berbagai instansi terkait.

Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli mengatakan peninjauan udara merupakan instruksi langsung dari Kapolda Sulut untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan sesuai harapan.

"Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Polres Minahasa Tenggara juga diminta terus menjalin koordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah agar proses pendinginan lahan dapat dilakukan secara berkelanjutan sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

"Intinya kita jalan sama-sama untuk menangani bencana Karhutla ini," tegas dia.

KARHUTLA MITRA - Kebakaran hutan di area Gunung Soputan, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), masih belum bisa dipadamkan hingga Minggu (2/8/2026) malam. Sejak Minggu siang api sudah mulai terlihat dan petugas memulai upaya pemadaman api.
Terinformasi, ada pendaki yang terisolasi di Pos 2, wilayah pendakian Gunung Soputan.
KARHUTLA MITRA - Kebakaran hutan di area Gunung Soputan, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), masih belum bisa dipadamkan hingga Minggu (2/8/2026) malam. Sejak Minggu siang api sudah mulai terlihat dan petugas memulai upaya pemadaman api. Terinformasi, ada pendaki yang terisolasi di Pos 2, wilayah pendakian Gunung Soputan. (Dokumentasi Tim Manggala Agni)

Personel Polres Mitra Masih Siaga

Sementara itu, Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Handoko Sanjaya mengungkapkan sebanyak 120 personel masih disiagakan untuk menangani kebakaran.

"Ada 120 personel yang memadamkan api, mulai dari Polres Mitra hingga Brimob Polda Sulut," ucapnya.

Menurutnya, sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan dan upaya penanganan saat ini difokuskan pada lokasi yang berada di sekitar kawasan permukiman.

"Kita utamakan titik-titik yang dekat dengan pemukiman warga," ucapnya.

Awal Mula Kebakaran

Sebelumnya, kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Soputan yang berada di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Camat Silian Raya, Natalia Tangel, mengatakan api membakar kawasan hutan lindung di gunung tersebut.

"Dari laporan kami terima kebakaran kawasan hutan lindung di wilayah hutan Gunung Soputan pada pukul 09.45 Wita, hingga malam ini masih terpantau dari lokasi Wisata Alam Camping Ground Selet Kecamatan Silian Raya," ucapnya.

Di sisi lain, anggota tim Manggala Agni, Hambali Mokoagow, menjelaskan bahwa penanganan kebakaran langsung dilakukan setelah laporan diterima.

Operasi pemadaman melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa Tenggara, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Dari pantauan kami dan berkoordinasi dengan tim di lokasi, diputuskan tim Manggala Agni melakukan penanganan. Dan saat ini tim tengah menuju ke lokasi kejadian bantu padamkan api," katanya.

Ratusan Hektare Terbakar

Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rainier Dondokambey mengatakan, area kawasan hutan yang terbakar mencapai 713 hektar. 

Area terdampak sempat mengalami perluasan sejak kejadian kebakaran pertama kali pada Minggu 2 Agustus. 

Baca juga: Lirik Lagu Belajar Tanpa Diriku - Azriel Naza

Baca juga: Renungan Harian Kristen Hari Ini Kamis 6 Agustus 2026, Yeremia 31:8–9

"Berdasarkan pantauan citra satelit, kebakaran kawasan hutan 700 hektar dan 13 hektar di luar kawasan. Tim pemadam berupaya melakukan pemadaman serta pencegahan agar api tidak merembet ke perkebunan warga," kata Rainier di Manado, Rabu siang.(*)

(Tribunmanado.com/Nielton Durado/Fernando Lumowa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.