Mayat Diduga Korban Perampokan Konter Royal Phone Ambarawa Ditemukan di Grobogan
rival al manaf August 06, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, AMBARAWA – Satreskrim Polres Semarang menyelidiki penemuan sesosok mayat di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, yang diduga merupakan Chandra, pemilik konter telepon seluler Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Dugaan tersebut menguat setelah di lokasi penemuan mayat juga ditemukan sebuah mobil Honda Jazz yang diduga merupakan kendaraan milik korban.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengungkap keterkaitannya dengan dugaan perampokan yang terjadi di Royal Phone.

"Iya, ini sedang penyelidikan. Termasuk mendatangi lokasi di Purwodadi (Grobogan)," kata AKP Bodia Teja Lelana saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Kesaksian Nurul soal Dugaan Perampokan di Royal Phone Ambarawa, Empat Orang Datang saat Dini Hari

Baca juga: Dikenal Murah dan Lengkap, Nasib Konter Royal Phone Ambarawa Jadi Sasaran Perampokan

OLAH TKP - Tim Inafis Polres Semarang, sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan kasus perampokan di di sebuah konter telepon seluler, Royal Phone, di RT 5 RW 1 Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, (6/8/2026).
OLAH TKP - Tim Inafis Polres Semarang, sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan kasus perampokan di di sebuah konter telepon seluler, Royal Phone, di RT 5 RW 1 Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, (6/8/2026). (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

Menurutnya, penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan para saksi dan berbagai barang bukti.

"Nanti kalau sudah terang segera dirilis," ujarnya.

Sebelumnya, Chandra dilaporkan hilang setelah konter miliknya tidak kunjung buka pada Kamis siang.

Bersamaan dengan hilangnya pemilik konter, sebuah mobil Honda Jazz berwarna hitam yang diduga milik korban juga tidak berada di lokasi.

Mobil tersebut kini diduga ditemukan di lokasi penemuan mayat di Kabupaten Grobogan.

Hingga Kamis malam, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas mayat maupun penyebab kematian korban.

Penyelidikan masih terus dilakukan oleh Satreskrim Polres Semarang.

Kesaksian Nurul, Empat Orang Datang saat Dini Hari

Sebelum dugaan perampokan terungkap, seorang saksi mata bernama Nurul mengaku melihat empat orang datang ke konter Royal Phone pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut Nurul, keempat orang tersebut datang dari arah Salatiga.

Setelah beberapa saat berada di lokasi, tiga orang pergi meninggalkan konter, sedangkan Chandra tetap berada di dalam bangunan.

"Jam tiga mereka baru datang dari Salatiga. Yang lain pulang, pemilik (Candra) masih di konter," ujar Nurul.

Ia mengaku tidak mendengar adanya teriakan ataupun suara mencurigakan saat dini hari itu. Karena itu, ia baru merasa ada kejanggalan setelah para karyawan tidak berhasil menghubungi Chandra pada Kamis pagi.

Menurut Nurul, para karyawan datang sekitar pukul 10.00 WIB. Namun hingga siang hari konter belum juga buka.

Berulang kali menghubungi Chandra melalui telepon seluler tidak membuahkan hasil karena nomor yang bersangkutan sudah tidak aktif.

Sekitar pukul 13.30 WIB, atas arahan Nurul, para karyawan akhirnya mendobrak pintu belakang konter.

"Mas Chandra dihubungi tidak aktif. Saya suruh anak-anak (karyawan) dobrak pintu dari belakang," katanya.

Setelah pintu berhasil dibuka, para karyawan mendapati kondisi bagian dalam konter sudah berantakan.

Menurut keterangan warga, seluruh telepon seluler yang sebelumnya berada di dalam konter diduga telah hilang. Selain itu, mobil Honda Jazz milik Chandra juga tidak berada di lokasi.

Warga juga mendapati perangkat CCTV yang terpasang di konter sudah dicopot.

Informasi tersebut kemudian memicu perhatian masyarakat. Sejak Kamis sore, warga mulai berkerumun di sekitar lokasi kejadian, sementara petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Royal Phone Dikenal sebagai Konter dengan Harga Murah

Royal Phone berada di RT 5 RW 1, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Lokasinya berada di kawasan permukiman yang ramai dan berjarak sekitar 1 kilometer dari Markas Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta (Yonkav 2) Ambarawa. Di sekitar konter terdapat deretan pertokoan dan akses jalan penghubung Ambarawa-Salatiga.

Di luar peristiwa yang kini diselidiki polisi, Royal Phone selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu konter telepon seluler dengan harga relatif lebih murah dibandingkan konter lain di Ambarawa.

Warga Kelurahan Pojoksari, Hendro, mengatakan konter tersebut memiliki banyak pelanggan, terutama dari kalangan anak muda yang gemar berganti telepon seluler.

"Gen Z yang sering tukar ponsel, tukar beli yang lebih bagus. Informasinya memang lebih murah dibanding yang lainnya," kata Hendro.

Menurut Hendro, Royal Phone juga dikenal menyediakan berbagai pilihan ponsel dari seri lama hingga terbaru serta menerima layanan tukar tambah dengan penawaran harga yang dinilai cukup baik.

"Kalau menurut teman-teman, dari seri lama sampai seri baru ada semua. Yang terkenal juga karena kondisi HP apa pun bisa diterima untuk tukar tambah dengan harga yang lumayan," ujarnya.

Aparat masih melakukan identifikasi dan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta memastikan hubungan antara penemuan mayat dengan dugaan perampokan di konter telepon seluler tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.