TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Arema FC gagal meraih tempat ketiga Piala Presiden 2026 usai menelan kekalahan dari Persija Jakarta pada Kamis (6/8/2027).
Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali itu, Singo Edan kalah dengan skor 3-1.
Pertandingan super big match ini berlangsung dalam intensitas tinggi sejak menit awal.
Arema bermain dengan pressing yang cukup tinggi. Sedangkan Persija Jakarta memainkan bola-bola pendek antar pemain.
Baca juga: Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
Baca juga: Jadwal Tayang Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026, Cek Siaran Indosiar
Baru tujuh menit laga berjalan, Persija Jakarta mampu unggul lebih dulu melalui sepakan kaki kanan Witan Sulaiman.
Memanfaatkan umpan pendek dari Fajar Faturrahman, Witan sukses melihat celah kosong di sisi kiri gawang kiper Arema FC Syahrul Trisna.
Bola pun masuk ke dalam jala gawang dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Singo Edan meningkatkan intensitas serangan mereka.
Gustavo Franca menjadi aktor serangan Arema FC yang kerap menusuk ke lini pertahanan Persija Jakarta.
Arema FC baru bisa menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol dari Salim Akbar Tuharea.
Memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Persija, Salim sukses menendang bola yang tak mampu dihalau oleh kiper Persija Muhamad Hafizh Rizkianur.
Gol itu pun semakin membuat semangat para pemain Arema FC dalam menggempur lini pertahanan Persija Jakarta.
Arema FC sempat membobol gawang Persija Jakarta pada menit 39 melalui gol Marcos Vinicius.
Namun sayang, gol tersebut dianulir oleh wasit karena Salim Akbar Tuharea dianggap handball lebih dulu sebelum gol terjadi.
Tingginya intensitas permainan, membuat pertandingan berjalan cukup menarik.
Jual beli serangan dilakukan oleh kedua tim di sepanjang pertandingan.
Namun hingga peluit akhir babak pertama berakhir, skor 1-1 bertahan bagi kedua tim.
Memasuki babak kedua, Persija Jakarta memasukkan Gustavo Almeida untuk menambah daya gedor serangan.
Sementara Arema FC memasukkan Gabi menggantikan Bayu Setiawan yang cedera pada menit 53.
Kehadiran Gustavo Almeida cukup merepotkan barisan pertahanan Singo Edan.
Pada menit 58, mantan penyerang Arema FC itu mendapatkan peluang emas dari melalui sundulannya.
Namun, Syahrul Trisna mampu menepis bola tersebut karena dalam posisi yang tepat di bawah mistar gawang.
Serangan Persija Jakarta tak berhenti disitu.
Empat menit berselang, melalui serangan balik cepat, Gustavo Almeida kembali mendapatkan peluang emas.
Kali ini, sepakannya kembali ditepis oleh Syahrul Trisna yang tampil gemilang dalam pertandingan ini.
Pada menit 64, Pelatih Arema FC memasukkan empat pemain sekaligus, yakni Betinho, Joel Vinicius, Hamzah Tito dan Careca.
Sementara Persija Jakarta memasukkan Pratama Arhan dan Victor Detan pada menit 69.
Persija Jakarta akhirnya menggandakan keunggulan 2-1 melewati gol dari Arlyansyah.
Memanfaatkan umpan pendek dari Witan Sulaiman, pemain muda Persija itu mampu membobol gawang Singo Edan.
Serangan Persija Jakarta tak habis disitu.
Pada menit 87, Victor Dethan yang masuk dari babak kedua mampu menjadi super sub.
Memanfaatkan umpan Witan Sulaiman dari lini kedua, Detan yang memiliki kecepatan melakukan solo run.
Saat mendekati gawang, ia sukses menyuntil bola yang tidak mampu dihalau oleh Syahrul Trisna.
Gol ini pun mengubah skor menjadi 3-1 dan menjadi penutup akhir pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2026.
Hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan, skor 3-1 pun bertahan bagi kemenangan Persija Jakarta.
(Rifky Edgar/TribunJatimTimur.com)