BOLASPORT.COM - Besar di negeri orang, Bilal Hasan mencoba untuk membuat bangga warisan Indonesia dalam darahnya. Berjuang untuk kontrak UFC dalam Dana White's Contender Series akan menjadi salah satu cara.
Bilal Hasan akan berupaya mengangkat prestasinya lebih jauh di jagat MMA dengan tampil di UFC.
Modal bagus dikantongi petarung berdarah Sunda tetapi lahir di Hawaii itu dengan catatan tak terkalahkan 8-0 dan sabuk juara kelas terbang Cage Fury Fighting Championship.
Sebagai informasi, Cage Fury FC merupakan ajang MMA tingkat regional di Amerika Serikat yang terafiliasi dengan UFC.
Adapun di Contender Series, Bilal bakal tampil di hadapan Presiden UFC, Dana White, untuk menunjukkan dirinya layak menjadi petarung di oktagon.
"Saya suka DWCS karena di sini, UFC membuatkan cerita untuk semua petarung," katanya dalam wawacara dengan BolaSport.com dan awak media lainnya via Zoom, Kamis (6/8/2026).
"Mereka suka cerita petarung datang mencoba mencari jalan mereka ke UFC."
"Jadi, DWCS keren sekali karena bikin storyline, mereka menunjukkan siapa Anda, apa yang Anda wakili, jadi sangat berarti buat saya, keluarga, dan sisi Indonesia."
"Saya bisa menunjukkan sisi Indonesia saya kepada orang-orang Amerika yang banyak sekali menonton Contender Series," imbuh petarung yang baru sekali gagal menang lewat finis.
Dalam musim ke-10 Contender Series ini, Bilal akan menghadapi Mridul Saikia dari India (9-1-0) untuk laga kelas bulu pada pekan pertama.
Mridul Saikia pernah mencoba menembus oktagon via ajang pencarian bakat lainnya yaitu Road to UFC tetapi gagal.
Pertandingan akan dilangsungkan pada Selasa (11/8/2026) di The Apex, Nevada, Amerika Serikat. Bilal yakin bisa menang sekaligus menunjukkan performa yang mencuri perhatian.
Persiapan dijalani dia seperti biasanya demi mengikuti jejak Jeka Saragih sebagai petarung asal Indonesia yang mampu tampil di UFC.
Selain berlatih di sasananya, di Charlie's Combat Club di Washington, AS, Bilal 'berguru' dengan legenda UFC, Demetrious Johnson, untuk mengasah grappling-nya.
Adapun ketika ditanya soal ritual sebelum pertanding, Bilal menyinggung sejumlah elemen Tanah Air yaitu makan nasi dan film The Raid.
"Harus makan nasi, itu nomor satu," kata Bilal.
"Harus dengar lagu Michael Jackson. Saya suka sekali Michael Jackson. Sebelum bertanding saya selalu dengarkan Michael Jackson, lagu Billie Jean."
"Harus minum kopi, banyak air. Gampang."
"Salah satu film favorit saya adalah The Raid. Biasanya sebelum pertarungan, saya menonton film itu juga. Saya suka The Raid yang pertama."
The Raid sempat menjadi fenomena di dunia perfilman Indonesia karena mampu menembus pasar internasional sekaligus mempopulerkan pencak silat.
'Biar gereget' yang diucapkan Yayan Ruhian (memerankan Mad Dog) saat menantang Joe Taslim (sersan Jaka) untuk bertarung dengan tangan kosong menjadi kutipan yang viral.
Adapun Bilal ingin menjadi seperti Iko Uwais yang memerankan tokoh utamanya, Rama. Belajar pencak silat menjadi salah satu rencananya di masa mendatang.
"Pencak silat? Belum, tetapi saya ingin mempelajarinya," tukas The Indoninja.
"Saat ini saya pernah melakukan taekwondo, kickboxing, tinju, gulat, jiu jitsu. Tetapi suatu hari nanti saya ingin belajar pencak silat. Saya ingin seperti Iko Uwais."