SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya Surabaya mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Presiden 2026 usai menundukkan Persib Bandung lewat drama adu penalti 6-5.
Duel sengit yang diwarnai kartu merah itu berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit.
Persebaya Surabaya memastikan diri sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.
Bajul Ijo mengunci kemenangan 6-5 pada babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal dan babak tambahan.
Baca juga: Breaking News Juara! Persebaya Angkat Trofi Piala Presiden 2026 Usai Duel 120 Menit dan Adu Penalti
Pertandingan berlangsung hati-hati pada awal babak pertama. Kedua tim sama-sama mengandalkan penguasaan bola sambil mencari celah di lini pertahanan lawan.
Peluang pertama Persebaya datang pada menit ke-16 melalui tendangan Yuran Fernandes. Namun, sepakannya masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Persib.
Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-20. Berawal dari umpan silang Rachmat Irianto, Ramadhan Sananta yang lolos dari kawalan sukses menaklukkan penjaga gawang Persib untuk membawa Bajul Ijo unggul 1-0.
Keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Persib mampu menyamakan skor melalui Matricardi yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persebaya pada menit ke-24.
Setelah skor menjadi 1-1, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Persib hampir berbalik unggul pada menit ke-29, tetapi peluang tersebut berhasil digagalkan Ernando Ari.
Menjelang turun minum, Persebaya kembali mengancam melalui Miguel Pereira pada masa injury time. Namun, sepakannya hanya melenceng tipis di sisi kiri gawang Persib sehingga babak pertama ditutup dengan skor 1-1.
Baca juga: Hasil Skor Babak I Final Piala Presiden 2026 Persebaya vs Persib, Saling Balas Gol 1 - 1
Memasuki babak kedua, Persebaya melakukan pergantian kiper dengan memasukkan Reza Arya menggantikan Ernando Ari.
Tempo pertandingan meningkat sejak awal babak kedua. Kedua tim saling bergantian melancarkan serangan meski belum mampu menciptakan peluang berbahaya hingga menit ke-55.
Untuk menambah daya gedor, Persebaya memasukkan Toni Firmansyah, Ricky Pratama, dan Yann Mabella pada menit ke-65 menggantikan Rachmat Irianto, Malik Risaldi, serta Arief Catur.
Pergantian tersebut membuat Persebaya lebih dominan dalam penguasaan permainan. Persib merespons dengan memasukkan Peralta dan Julio Cesar pada menit ke-70.
Peluang emas kembali didapat Persebaya pada menit ke-84 melalui tendangan Risto Mitrevski. Namun, bola hanya melenceng tipis di sisi kanan gawang Persib.
Hingga 90 menit pertandingan berakhir, kedua tim tetap bermain imbang 1-1 sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Pada extra time, intensitas pertandingan menurun karena kondisi fisik pemain mulai terkuras. Meski demikian, Persebaya masih sempat mengancam lewat tendangan Jefferson Silva pada menit ke-108 yang berhasil diamankan Teja Paku Alam.
Persib kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Peralta menerima kartu merah pada menit ke-113 usai wasit Rio Permana meninjau tayangan VAR akibat pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera.
Unggul jumlah pemain, Persebaya terus menekan. Namun, hingga babak tambahan waktu berakhir, skor tetap 1-1.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui babak adu penalti yang berlangsung penuh ketegangan.
Reza Arya tampil sebagai pahlawan kemenangan Persebaya setelah menggagalkan dua eksekutor Persib. Sementara penjaga gawang Persib hanya mampu menepis satu tendangan dari tujuh algojo Bajul Ijo.
Persebaya akhirnya menang 6-5 pada adu penalti sekaligus memastikan diri sebagai juara Piala Presiden 2026.
Gelar tersebut menjadi trofi pertama Persebaya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Presiden. Sebelumnya, pencapaian terbaik Bajul Ijo adalah menjadi runner-up pada edisi 2019.