Satu Suspek Campak Dilaporkan di Tana Tidung, Dinkes Turunkan Tim Lakukan Pemeriksaan epi
Cornel Dimas Satrio August 07, 2026 12:14 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung (KTT) meningkatkan kewaspadaan setelah menerima laporan adanya satu orang yang diduga mengalami gejala campak di wilayah perusahaan.

Meski demikian, hingga kini kasus tersebut masih berstatus suspek dan belum dapat dipastikan sebagai campak karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung Sarif, mengatakan setiap laporan yang mengarah pada gejala campak akan langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi.

“Kalau suspek itu memang selalu ada, tapi untuk memastikan itu campak atau bukan kan tergantung pemeriksaan epidemiologi, jadi memang harus ada pemeriksaan lanjutan. Kalau berbicara gejala ya pasti ada saja,” kata Sarif kepada TribunKaltara.com, Kamis (6/8/2026(.

Menurutnya, laporan suspek tersebut diterima beberapa hari terakhir dan berasal dari kawasan perusahaan di Tana Tidung.

Petugas kesehatan dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi pasien sekaligus mencegah kemungkinan penyebaran penyakit.

“Memang beberapa hari ini ada kita mendapat laporan suspek, makanya petugas rencananya mau langsung ke sana untuk pemeriksaan karena kebetulan suspek ini posisinya ada di area perusahaan, jadi memang dia pendatang,” katanya.

Sarif menegaskan, meskipun pasien merupakan pendatang, penanganan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah karena berada di wilayah Tana Tidung.

“Walaupun dibilang pendatang kita tetap harus tangani karena posisinya ada di kita. Tapi ini masih suspek, jadi belum bisa dipastikan betul campak atau tidak,” jelasnya.

Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Tana Tidung.

Meski demikian, kewaspadaan tetap dilakukan mengingat penyakit tersebut berpotensi menular apabila tidak segera ditangani.

“Untuk saat ini belum ada kita temukan kasus campak yang positif terpapar,” ungkapnya.

Sarif mengingatkan, beberapa tahun lalu Tana Tidung sempat menemukan satu kasus campak.

Saat itu, Dinkes langsung melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat di sekitar lokasi pasien untuk memastikan tidak terjadi penyebaran.

“Kalau dulu beberapa tahun yang lalu memang pernah ada kasus. Akhirnya kita lakukan pemeriksaan ke masyarakat sekitar dan Alhamdulillah belum ada penyebaran, jadi baru di orang itu saja,” ujarnya.

Karena itu, begitu menerima laporan suspek terbaru, Dinkes langsung menyiapkan tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan.

Sementara ini, laporan yang diterima baru mengarah kepada satu orang suspek.

“Sementara ini kita dapat laporan suspek itu satu orang, jadi nanti petugas dua orang akan ke sana memeriksa biar bisa kita putus mata rantainya sehingga tidak menular ke yang lain,” katanya.

Selain memperkuat pemantauan, Dinkes juga kembali mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan campak.

Menurut Sarif, kasus campak umumnya berkaitan dengan anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

“Makanya itu pentingnya imunisasi karena biasanya kalau orang yang terkena campak pasti imunisasinya bermasalah, artinya bisa jadi belum vaksinasi. Makanya sejak balita itu kan perlu ke posyandu untuk pemeriksaan dan pemberian vaksin,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.