TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan mengungkap dugaan awal penyebab terbakarnya armada reguler SB Sekatak AAA Kaltara di perairan SP 5 Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kaltara, Kamis (6/8/2026).
Insiden yang menimpa armada bermesin 4x250 HP tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di tengah perairan. Namun, dipastikan seluruh penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S Kasubsi Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, menjelaskan bahwa kobaran api diduga kuat berasal dari jenset yang berada di bagian belakang kapal.
"Dugaan awal titik api berasal dari Jenset Merk Silent (Solar) warna hijau berkapasitas 8.000 watt yang berada di atas kapal, lalu kobaran api merembet ke Jenset merk Ryu (Bensin) 7.500 watt," kata Aipda Hadi Purnomo dalam rilisnya, Kamis (6/8/2026)
Dalam rilisnya Aipda Hadi membeberkan, insiden bermula saat speedboat berkapasitas 76 orang tersebut bertolak dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Pelabuhan SDF Tengkayu I Kota Tarakan pada pukul 10.20 WITA.
Saat kapal memasuki perairan Desa Salimbatu sekitar pukul 11.15 WITA, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) mendapati dua unit televisi dan empat unit AC di dalam kabin penumpang mendadak mati.
Melihat kejanggalan tersebut, ABK langsung bergegas mengecek saklar listrik di bagian belakang. Ketika saklar terpantau normal, pemeriksaan dilanjutkan ke area jenset di bagian atas kapal.
"Saat mengecek jenset di atas kapal, ABK mendapati api sudah menyala dan membesar," ungkapnya.
Baca juga: Langkah Nyeker Mira Selamatkan Diri saat Speedboat Terbakar, Ijazah dan Barang Ludes
Mengetahui adanya kobaran api, Motoris bertindak cepat dengan memerintahkan tiga ABK untuk memadamkan si jago merah menggunakan empat unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sayangnya, hembusan angin dan besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman menggunakan APAR tidak membuahkan hasil.
Melihat situasi kian kritis, motoris mengambil keputusan tepat untuk mengarahkan speedboat ke tepi sungai demi menyelamatkan nyawa para penumpang.
"Karena pemadaman tidak berhasil, motoris memutuskan untuk segera menepi dan memprioritaskan evakuasi seluruh penumpang," tambahnya.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi Penumpang Speedboat di Bulungan, 8 Orang Lanjutkan Perjalanan ke Tarakan
Data kepolisian mencatat, total terdapat 29 orang penumpang di dalam speedboat tersebut, yang terdiri dari 22 penumpang dewasa, 3 anak-anak dan 4 Awak kapal.
Proses evakuasi berjalan tanggap dengan bantuan warga sekitar dan armada perahu lainnya. Sebagian korban evakuasi di antaranya bahkan telah melanjutkan perjalanan dan tiba di Kota Tarakan menggunakan Speedboat Limex Manora.
"Seluruh penumpang dan ABK sudah dievakuasi. Tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam kejadian ini. Situasi di lokasi kejadian hingga saat ini dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali," tutupnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika