SDIT Pelita Khoirul Ummah Bandar Lampung Terapkan Tidur Siang untuk Tingkatkan Fokus Belajar
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 07, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.45 WIB, anak-anak bergegas untuk merapikan meja dan kursi ke pojok ruang kelas mereka, menciptakan ruang kosong di tengah kelas.

Baca juga: Hari Terakhir Baksos Komite SDIT Permata Bunda 1 Rajabasa, Panitia Beri Anugerah Stand Terbaik

Tak lama kemudian, kasur-kasur mulai digelar sebagai tempat mereka beristirahat sejenak untuk melepas penat mereka setelah belajar.

SDIT Pelita Khoirul Ummah Bandar Lampung terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan menerapkan program tidur siang (qailulah) bagi peserta didik. 

Program ini menjadi bagian dari pembelajaran di Kelas Takhasus sejak tahun 2021 dan terbukti memberikan dampak positif terhadap konsentrasi, kesehatan, serta perkembangan karakter anak.

Direktur Sekolah Pelita Khoirul Ummah, Ahmad Zaini Aziz, menjelaskan bahwa kegiatan qailulah mulai diterapkan ketika sekolah mengembangkan program Kelas Takhasus yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. 

"Pada tahun pertama, sekolah menyelenggarakan kelas dari pagi hingga sore sebagai bentuk pendampingan intensif dalam pembelajaran agama dan Al-Qur'an. Saat itu kami menambahkan kegiatan tidur siang sebagai bagian dari jadwal harian. Setelah dijalankan, ternyata manfaatnya sangat besar sehingga program ini terus dipertahankan hingga sekarang," ujarnya Kamis (6/8/2026).

Tak semua kelas mendapatkan waktu tidur siang, dari beberapa kelas di tingkat kelas yang sama, hanya ada 1 kelas yaitu Takhasus.

Jika yang kelas reguler pulang pukul 15.00 WIB, kelas khusus ini pulang satu jam lebih lama yaitu pukul 16.00 WIB.

Menurut Ahmad Zaini Aziz, sekolah melihat bahwa qailulah menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak yang mengikuti aktivitas belajar sepanjang hari. 

Waktu istirahat yang cukup membuat siswa memiliki energi yang lebih baik untuk mengikuti pembelajaran pada sesi berikutnya.

"Kami melihat adanya peningkatan daya fokus dan konsentrasi siswa setelah menjalani tidur siang. Anak-anak menjadi lebih siap menerima materi pelajaran di sore hari dibandingkan jika mereka terus belajar tanpa jeda istirahat," jelasnya.

Tak hanya berdampak pada kemampuan belajar, program tersebut juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan siswa. 

Berdasarkan pengalaman sekolah selama beberapa tahun terakhir, peserta didik di Kelas Takhasus cenderung lebih sehat dan jarang mengalami sakit.

"Anak-anak Kelas Takhasus terlihat lebih bugar karena energi dan waktu istirahat mereka dikelola dengan baik. Hal ini menjadi salah satu manfaat nyata yang kami rasakan sejak program qailulah diterapkan," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menyediakan waktu sekitar 30–45 menit yang mencakup persiapan, pengondisian, hingga waktu tidur siswa. 

Tidur siang ini rutin dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB sampai menjelang pukul 14.00 WIB. Setelah itu, anak-anak kembali untuk melanjutkan pelajaran.

Seluruh kegiatan didampingi oleh guru-guru Kelas Takhasus yang berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Keagamaan, sehingga berlangsung tertib, nyaman, dan sesuai dengan tujuan program.

Respons dari orang tua maupun peserta didik pun disebut sangat positif. Menurut Ahmad Zaini Aziz, kombinasi antara kegiatan tidur siang dengan pembelajaran agama dan Al-Qur'an yang lebih intensif telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan anak.

"Orang tua melihat perubahan yang positif pada anak-anak mereka, baik dari sisi semangat belajar, kesehatan, maupun kemampuan mengikuti pembelajaran. Karena itu, program ini terus mendapat dukungan dan menjadi salah satu ciri khas Kelas Takhasus di SDIT Pelita Khoirul Ummah," tuturnya.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.