TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Utara.
Dimana berlaku mulai Jumat (7/8/2026) pukul 08.00 Wita hingga Senin (10/8/2026) pukul 08.00 Wita.
Berdasarkan analisis BMKG, angin di wilayah Sulawesi Utara umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 10–30 knot.
Baca juga: Pemprov Sulut Hadirkan Program Keringanan Pajak Kendaraan, Bebas Denda hingga 30 September 2026
Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Utara Sulawesi Utara, Perairan Minahasa Utara, dan Perairan Kepulauan Sitaro, sehingga dapat memicu peningkatan tinggi gelombang di wilayah tersebut.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang kategori sedang, yakni berkisar 1,25 hingga 2,5 meter, berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sulawesi Utara.
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25–2,5 meter meliputi:
Perairan Utara Sulawesi Utara
Perairan Selatan Sulawesi Utara
Perairan Minahasa Utara
Perairan Kepulauan Sitaro
Perairan Kepulauan Sangihe
Perairan Kepulauan Talaud
Laut Maluku
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum melakukan pelayaran.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini