Liputan6.com, Jakarta - Amazon Web Services (AWS) merilis riset baru bersama Strand Partners dalam adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia melalui Studi Unlocking Indonesia's AI Potential AWS Summit Jakarta 2026, Kamis (6/8/2026).
Transformasi AI dan digital dalam usaha bisnis di Indonesia tercatat kian meningkat. Ada lebih dari 26 juta bisnis di Indonesia sudah menggunakan AI, dan dilaporkan bisnis yang mengadopsi AI kini meningkat 40%. Temuan AWS menunjukkan pertumbuhan tahunan ini sebesar 43%.
Selain itu, pendapatan bisnis pun ikut meningkat berkat dukungan AI. Terdapat 75% perusahaan mendapatkan peningkatan keuntungan yang kemungkinan akan terus berlanjut ke depannya.
“Kita harus melihat bahwa ini adalah salah satu peluang yang paling besar untuk generasi muda, sebagaimana AI mengubah dunia, termasuk Indonesia, dan keterampilan baru pun sangat diperlukan,” kata Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni.
Namun, dikatakan hanya ada 14% bisnis yang siap mengadopsi AI agentik dan sebagian besar pengadopsi masih dalam tahap uji coba yaitu sebesar 56%. Hal ini menunjukkan kebanyakan bisnis belum mengintegrasikan teknologi ini sepenuhnya.
Menurut laporan AWS pada 2026, 56% bisnis mengatakan kekurangan keterampilan AI dan digital menjadi hambatan dalam pengadopsian. Sementara 52% lainnya tidak memiliki panduan yang jelas kapan harus melakukan eskalasi atau membatalkan hasil buatan AI.
Rekomendasi
Melihat adanya potensi sekaligus hambatan, AWS memberikan rekomendasi yang akan membantu pertumbuhan AI di Indonesia lebih lanjut.
Salah satunya perlu prioritas skenario yang tepat dan kesiapan infrastruktur beserta keahlian teknis. Ditambah memerlukan tujuan bisnis yang jelas, pengembangan literasi AI bagi seluruh tenaga kerja, menerapkan aturan sesuai risiko, serta membagikan panduan dan dukungan praktis.
Dengan solusi tersebuti, AI secara nyata membawa keuntungan bagi bisnis saat ini maupun di masa mendatang.
Sementara itu, dua sektor industri yang terdepan dan paling menjanjikan dalam pengadopsian AI adalah dari bidang layanan keuangan dan kesehatan. Keduanya telah mengimplementasikan eksperimen dan menerapkannya untuk operasional.
Dalam temuan AWS, 78% organisasi jasa keuangan melaporkan peningkatan produktivitas dari adopsi AI.
Salah satunya PT Bank Hibank Indonesia, yang mengaku mendapat peningkatan setelah menggunakan Kiro, layanan coding AI agentik dari AWS.
Juga banyak layanan kesehatan menggunakan AI untuk membantu kinerja menjadi lebih efisien, mendukung pengambilan keputusan, dan mempermudah proses administratif. 72% di antaranya mengalami peningkatan produktivitas berkat adopsi AI.
Misalnya pada perusahaan teknologi kesehatan, Rey, yang telah membangun Olvo AI di Amazon Bedrock. Langkah ini membuat proses klaim jauh jadi lebih cepat dan efisien. Keputusan klaim dan penggantian biaya yang tadinya memakan waktu 1 hingga 2 minggu menjadi kurang dari sehari.