Harga Pertamax Turun Rp300, Warga Karanganyar Mengaku Belum Terasa: Harapannya BBM Kembali Stabil
Putri Asti August 07, 2026 07:01 AM

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi disambut beragam oleh masyarakat.

Mulai 1 Agustus 2026, pemerintah resmi menurunkan harga beberapa jenis BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Penurunan harga tersebut menjadi angin segar setelah sebelumnya masyarakat harus menghadapi lonjakan harga BBM.

Meski begitu, tidak semua warga merasa penyesuaian tersebut cukup meringankan beban pengeluaran.

Suasana SPBU Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Selasa (21/7/2026), masih banyak yang antre di Pertalite. Ojol tetap menggunakan Pertamax meski mahal.
Suasana SPBU Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Selasa (21/7/2026), masih banyak yang antre di Pertalite. Ojol tetap menggunakan Pertamax meski mahal. (TribunStyle.com/Darma)

Salah satunya Riesta (25), warga Karanganyar, Jawa Tengah.

Sebagai pengguna kendaraan pribadi, Riesta mengaku tetap memperhatikan perubahan harga BBM karena berpengaruh pada biaya transportasi hariannya.

Menurutnya, penurunan harga memang patut disyukuri.

Baca juga: Turun! Update Harga BBM 6 Agustus 2026, Warga Karanganyar Ngeluh Stok Pertalite Cepat Habis Diburu

Namun, nominal penurunannya dinilai masih terlalu kecil.

"Ya tetap senang sih ada turun, tapi kalau cuma Rp300 per liter rasanya belum terlalu terasa," ujar Riesta kepada TribunStyle.

Ia mengatakan pengeluaran untuk membeli BBM masih tergolong besar setiap bulan.

Apalagi, kebutuhan hidup lainnya juga terus mengalami kenaikan.

"Kalau dihitung-hitung, selisih Rp300 itu belum banyak membantu buat mengurangi pengeluaran bulanan," katanya.

Riesta berharap pemerintah tidak hanya menurunkan harga sesaat.

Ia ingin harga BBM bisa kembali stabil agar masyarakat lebih mudah mengatur keuangan.

"Harapan saya sih harga BBM bisa stabil lagi. Jadi kami sebagai masyarakat enggak waswas setiap ada pengumuman perubahan harga," ungkapnya.

Menurut Riesta, kepastian harga jauh lebih penting dibandingkan perubahan yang terlalu sering.

Dengan harga yang stabil, masyarakat bisa menyusun anggaran transportasi tanpa khawatir biaya tiba-tiba membengkak.

Ia juga berharap kondisi ekonomi ke depan semakin membaik sehingga daya beli masyarakat ikut meningkat.

(TribunStyle.com/Putri Asti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.