Main Menit 70, Peralta Kena Kartu Merah Menit 113: Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026
Dedy Herdiana August 07, 2026 08:35 AM

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Nasib apes menimpa penyerang Persib Bandung, Mariano Peralta, saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya di laga final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis (6/8/2026). 

Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-70 untuk memperkuat daya gedor, aksi Peralta justru harus terhenti lebih cepat di menit ke-113 setelah diganjar kartu merah langsung usai wasit mengecek VAR.

Petaka tersebut melengkapi kegagalan Maung Bandung yang akhirnya kalah lewat drama adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.

Laga final berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Meski Persib mengambil inisiatif menekan pertahanan lawan di awal babak pertama, Persebaya justru yang berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-19.

Baca juga: Gagal Kawinkan Gelar! Persib Kalah Drama Adu Penalti dari Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Gol Bajul Ijo berawal dari pergerakan tanpa bola Rachmat Irianto di sisi lapangan. Memanfaatkan umpan terobosan terukur tanpa pengawalan, Irianto melepaskan umpan silang tepat ke mulut gawang Teja Paku Alam. Ramadhan Sananta yang berdiri bebas sukses menyambar bola dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Persebaya.

Tak butuh waktu lama bagi skuad Maung Bandung untuk merespons. Hanya berselang empat menit, tepatnya pada menit ke-23, Persib berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol balasan ini lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi Lucho. Meski sempat dihalau barisan belakang Persebaya, bola liar kembali dikirimkan ke dalam kotak penalti.

Barros memenangi duel udara dan memberikan umpan sundulan kepada Patricio Matricardi. Dengan tenang, Matricardi mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihalau Ernando Ari. Kedudukan imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo permainan cenderung naik turun. Kedua pelatih tampak beradu strategi dengan melakukan sejumlah rotasi pemain guna menjaga kesegaran fisik skuadnya, termasuk memasukkan Peralta di menit ke-70.

Namun, hingga 90 menit waktu normal usai, tak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit.

Di masa extra time, stamina para pemain mulai terkuras. Momen krusial terjadi pada menit ke-112 ketika Peralta melakukan pelanggaran keras terhadap Rivera.

Setelah wasit mengecek Video Assistant Referee (VAR), keputusan diubah dan Peralta diusir keluar lapangan di menit ke-113.

Bermain dengan 10 pemain, Persib terus digempur Persebaya. Menjelang laga usai, strategi mengejutkan diterapkan Persib dengan menarik keluar Teja Paku Alam dan memasukkan Fitrah Maulana.

Hingga 120 menit laga berjalan, skor tetap tak berubah 1-1, memaksa pemenang ditentukan melalui drama adu penalti.

Di babak penentuan, Barros yang maju sebagai eksekutor pertama Persib gagal menjalankan tugasnya setelah tembakannya ditepis kiper Persebaya, Reza.

Drama berlanjut hingga penendang kelima Persebaya, Yuran Fernandes, gagal mencetak gol usai blokade Fitrah Maulana berhasil menahan bola.

Adu penalti pun berlanjut ke penentu sudden death. Penendang Persib, Hamra, gagal membobol gawang Reza, sementara Gladson dari Persebaya sukses menjalankan tugasnya membobol gawang Fitrah.

Hasil ini memastikan Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026, sementara Persib Bandung harus puas di posisi runner up. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.