TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membantah kabar yang menyebut pemerintah akan langsung membangun 13 ribu dapur baru secara serentak untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono menjelaskan, angka yang beredar merupakan akumulasi data titik dapur dengan tingkat kesiapan yang berbeda-beda, sehingga tidak seluruhnya akan dibangun atau dioperasikan dalam waktu bersamaan.
Menurutnya, BGN melakukan penyaringan data secara bertahap. Saat ini, pemerintah memprioritaskan aktivasi dapur yang telah siap dan disinkronkan dengan data dari Kementerian Kesehatan.
Dari hasil pencocokan data lintas kementerian, BGN menemukan sejumlah dapur yang secara fisik telah terbangun dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan program perbaikan gizi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan penyelesaian belasan ribu titik dapur di luar wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) membutuhkan kehati-hatian. Pemerintah masih mematangkan proses pendataan agar pelaksanaannya tepat sasaran.
Saat ini, BGN sedang menyisir sekitar 27 ribu data titik dapur yang masuk. Data tersebut kemudian dipadankan dengan data Kementerian Kesehatan untuk memetakan wilayah dengan angka stunting yang tinggi.
Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan aktivasi dapur gizi di wilayah 3T, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, dan Maluku. (*)
VP ANIK(MAGANG)