TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan pelatihan literasi keuangan terapan sekaligus pemanfaatan aplikasi kasir digital kepada pelaku UMKM perempuan di Kecamatan Mariso.
Kegiatan ini bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Mariso.
Kegiatan bertajuk Pemberdayaan UMKM Perempuan melalui Literasi Keuangan Terapan dan Implementasi Micro Digital Cashier untuk Meningkatkan Ketahanan Usaha di Kota Makassar diadakan di Ruang Sipakainge, Kantor Kecamatan Mariso, Selasa (4/8/2026).
Lokasinya di Jl. Seroja No. 5, Kampung Buyang, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tim pengabdian terdiri Annisa Paramaswary Aslam, Yushar Mustafa, dan Khaidir Syahrul.
Hadir pula pengurus dan anggota PKK Kecamatan Mariso, pelaku UMKM perempuan, serta jajaran pemerintah kecamatan.
Ketua Tim Pengabdi Annisa Paramaswary Aslam menyampaikan, kegiatan ini bagian dari komitmen UNM dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Yaitu melalui pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi perempuan dan penguatan daya saing UMKM," kata Annisa dalam keterangan tertulisnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (6/8/2026).
Masyarakat diberi materi pengelolaan keuangan usaha, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, penyusunan arus kas sederhana.
Tak hanya itu, masyarakat juga diberi strategi pengembangan usaha, hingga pemanfaatan aplikasi Micro Digital Cashier sebagai solusi pencatatan transaksi yang lebih efektif dan efisien.
Menurut Annisa, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara disiplin.
Ia melihat banyak UMKM memiliki produk yang baik.
Namun, belum melakukan pencatatan keuangan secara teratur Melalui literasi keuangan terapan dan penggunaan aplikasi kasir digital.
"Kami berharap para pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat, mengelola arus kas dengan baik, serta meningkatkan ketahanan usahanya menghadapi berbagai tantangan ekonomi," ujar Annisa.
Melalui kegiatan ini, Annisa berharap,tercipta UMKM perempuan yang lebih adaptif, profesional, dan berdaya saing, sehingga mampu meningkatkan ketahanan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Program ini juga menjadi bagian dari upaya UNM dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis inovasi, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Astuti Nirmala Andi Syahrir mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.
Astuti mengatakan, kegiatan ini memberikan pengetahuan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM perempuan.
"Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang lebih baik sekaligus mendorong adopsi teknologi digital dalam operasional usaha sehari-hari," kata Astuti. (*)