995 Senjata dan Narkoba Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, DPR Minta Polisi Bongkar Jaringan
Abd Rahman August 07, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Sebanyak 995 senjata beserta amunisi ditemukan tersimpan di sebuah ruangan di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan sejumlah barang ilegal lain berupa narkotika jenis sabu dan ganja, beberapa senjata laras panjang, hingga kotak berisi VCD porno.

Temuan tersebut bermula saat pihak yayasan membuka ruangan bekas Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD untuk mengambil perlengkapan sekolah.

Namun, saat ruangan dibuka, mereka justru menemukan ratusan senjata yang tersimpan di dalamnya.

Baca juga: Panitia Mulai Matangkan Persiapan HUT ke-22 Sulbar, Libatkan Masyarakat Lewat Beragam Kegiatan

Baca juga: Perpanjang Kontrak 316 PPPK, Bupati Mateng Surati Pusat Minta Relaksasi Aturan Belanja Pegawai

Atas temuan itu, kuasa hukum sekolah kemudian melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan dan membuat Laporan Polisi (LP) Model A sebagai dasar penyelidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, laporan polisi dibuat setelah petugas menemukan dugaan tindak pidana di lokasi.

Pihak yayasan menduga seluruh barang ilegal itu berkaitan dengan mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada April 2026.

Mereka juga mencurigai adanya ruangan tersembunyi atau bungker di lokasi karena terdapat bagian ruangan yang tidak dapat dibuka dan kuncinya diduga masih dikuasai IWD.

Menanggapi temuan tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, meminta kepolisian mengusut tuntas asal-usul ratusan senjata dan narkoba yang ditemukan di lingkungan sekolah.

"Kita menyayangkan di sekolah tempat mendidik generasi bangsa ditemukan barang-barang seperti ini, apalagi senpi dan narkoba.

Kita minta polisi mengusut tuntas, karena ini melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman sangat berat," kata Tandra, Jumat (7/8/2026).

Menurut Tandra, penemuan ratusan senjata di ibu kota menjadi alarm serius bagi aparat keamanan.

 Ia meminta penyidik tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga membongkar jaringan yang diduga berada di balik penyimpanan barang-barang tersebut.

"Dari mana asal usul senjata itu dan akan dipergunakan untuk apa harus dicari tahu. Termasuk temuan narkoba yang sangat mengancam generasi muda. Ini penting agar kita bisa mengantisipasi rencana kejahatan yang membahayakan keamanan negara," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Berburu dan Tembak Seluruh Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, memberikan klarifikasi.

Ia menyebut 995 barang yang ditemukan bukan senjata api, melainkan airsoft gun yang digunakan untuk olahraga menembak.

"Itu bukan senjata sebetulnya, airsoft gun buat olahraga, buat ekskul menembak dan panahan di sekolah itu. Udah ada dari tahun 2021 di sana," kata Alhadid.

Menurut Alhadid, perlengkapan tersebut disiapkan untuk pembinaan atlet menuju ajang Southeast Asian Shooting Association (SEASA) Championship 2028.

Namun, kegiatan itu terhenti setelah pembinanya meninggal dunia sehingga seluruh perlengkapan tetap tersimpan di gudang sekolah.

Ia juga membantah adanya keterkaitan Perbakin dengan dugaan kepemilikan senjata api laras panjang maupun barang bukti narkotika dan VCD porno yang ditemukan di lokasi.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan status seluruh barang yang ditemukan, termasuk menelusuri kepemilikannya serta dugaan keterkaitannya dengan tindak pidana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.