SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Harga emas perhiasan di Palembang mengalami kenaikan pada pertengahan pekan ini setelah hampir dua pekan bergerak stabil.
Kenaikan juga terjadi pada harga emas murni Antam dan Galeri 24 Pegadaian.
Pemilik Toko Emas Makmur Jaya Palembang, Awi, mengatakan kenaikan harga emas tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi. Menurutnya, justru jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan penjual.
"Di Palembang, harga emas memang naik, tetapi justru lebih banyak yang membeli karena konsumen yakin harga emas masih berpotensi naik setelah sempat stagnan cukup lama," ujar Awi.
Ia menyebut sekitar 70 persen konsumen datang untuk membeli emas, sedangkan sekitar 30 persen memilih menjual kembali koleksinya.
Di sejumlah toko emas konvensional di Palembang, harga emas perhiasan kini berada pada kisaran Rp14 juta hingga Rp14,2 juta per suku (sekitar 6,7 gram) dengan kadar emas 92 persen.
Di Toko Emas Makmur Jaya, harga emas perhiasan naik menjadi Rp14 juta per suku atau meningkat Rp300 ribu dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan serupa juga terjadi di Toko Emas Rajamas Lembang yang membanderol emas perhiasan Rp14 juta per suku, atau naik Rp300 ribu.
Sementara itu, Toko Emas Laris di kawasan Jalan Rustam Effendi menjual emas cincin seharga Rp14,2 juta per suku dan emas kalung maupun gelang Rp14,1 juta per suku. Kedua jenis tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp200 ribu per suku dibandingkan sebelumnya.
Selain emas perhiasan, harga emas murni juga mengalami kenaikan.
Harga emas Antam 24 karat tercatat naik menjadi Rp2.679.000 per gram, meningkat Rp50 ribu dari sebelumnya Rp2.629.000 per gram. Sementara harga buyback berada di level Rp2.490.000 per gram.
Adapun harga emas Galeri 24 Pegadaian turut naik. Harga jual tercatat Rp2.658.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp2.492.000 per gram.
Menurut pelaku usaha, meningkatnya permintaan membuat harga emas ikut terdorong naik seiring mekanisme pasar. Saat permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung mengalami kenaikan.